Sekilas Donggala


Donggala adalah kota kabupaten yang terletak tepat di pintu masuk Teluk Palu. Dulunya orang lebih mengenal Donggala daripada Palu, karena disini menjadi pintu utama jalur transportasi laut menuju ke Sulawesi Tengah. Kota Donggala juga memiliki nilai histori, ini bisa dilihat dari peninggalan masa pemerintahan Belanda berupa bangunan-bangunan dengan arsitektur Belanda bisa dijumpai didalam kota.

Dulu, Donggala dikenal sebagai kota pelabuhan dan perdagangan. Lalu lintas barang dan jasa hanya bisa berlangsung melalui Pelabuhan Donggala di Kecamatan Banawa. Dari waktu ke waktu kegiatan ekonomi, terutama perdagangan dan pemerintahan lebih banyak tersedot di Kota Palu, bekas ibu kota kabupaten yang kini berstatus ibu kota propinsi. Walaupun masih berfungsi sebagai pelabuhan barang, (pelabuhan) Donggala kalah ramai dibanding Pelabuhan Pantoloan di Palu. Sebagian besar kantor instansi pemerintahan kabupaten pun masih berada di kota itu.

Gersang tapi subur. Begitulah alam Donggala yang serba unik. Jika dala-dala – jalan-jalan, bahasa kaili-dari Kecamatan Banawa hingga Kecamatan Kulawi, kecamatan terujung di selatan kabupaten, akan terasa keunikan tersebut.LEPAS dari Banawa pemandangan lebih berupa jalan mulus sepanjang pinggir pantai yang berbatas bukit-bukit gersang namun sarat batu dan pasir. Begitu memasuki Dolo, kanan kiri jalan lebih banyak dipadati pepohonan hijau dan deretan rumah panggung khas bugis. Setelah lebih dari 50-an kilometer pemandangan berikutnya adalah bukit-bukit curam yang menampakkan bekas longsor atau tergerus banjir. Aspal jalan bercampur tanah berpasir banyak yang berlubang. Lebar jalan pun lebih sempit dan tiang-tiang listrik banyak yang miring akibat tanah yang labil. Tiba di Kulawi, pemandangan sebetulnya cukup indah, terutama menjelang Desa Sungku yang berbatasan dengan Taman Nasional Lore Lindu dan perbukitan Boladangko. Suasana berbeda terlihat di Kecamatan Palolo. Alam terasa lebih subur, hamparan sawah dan rumah penduduk terta rapi.

Keadaan tanah di tiap kecamatan ternyata tidak sama, namun umumnya formasi geologi tanah terdiri dari batuan gunung berapi, batuan terobosan yang tidak membeku, dan sebagian lagi batu-batuan metamorfosis dan sedimen.

Donggala dapat ditempuh dari Palu dalam waktu kurang dari satu jam, atau berjarak ± 34 Km. Jalan ke Donggala sangat bagus, hanya saja masih ada satu jembatan kayu yang terletak di depan pintu masuk dermaga petikemas yang mengharuskan pengendara untuk bergantian lewat, jembatan ini putus karena terkena banjir dan longsoran tanah beberapa tahu lalu, sayangnya sampai saat ini belum juga diperbaiki.

Di sepanjang jalan ke Donggala banyak berkeliaran kambing dan sapi di tengah jalan, karenanya harus berhati-hati jika mengendarai kendaraan sendiri. Binatang peliharaan yang berkeliaran bebas ini bisa dijumpai dibanyak tempat di Palu dan wilayah lainnya di Sulawesi Tengah.

Perjalan ke Donggala dari Palu juga sangat menyenangkan, pemandangan yang sangat menarik bisa dilihat di sepanjang jalan yang menyisiri pantai. Satu sisi jalan akan menyusuri tepian Teluk Palu, sedang dilain sisi jalan adalah dataran dan pemandangan dari pegunungan Gawalise.


Pantai Tanjung Karang, salah satu lokasi wisata Andalan kabupaten Donggala.

 

Pantai Tanjung Karang
Pantai Tanjung Karang menjadi lokasi wisata utama yang ada di Donggala, lokasinya yang berdekatan dengan pusat kota menjadikannya mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. Pengunjung dari Palu dapat menggunakan angkutan mobil ...
Baca Selengkapnya...
Tenun Donggala
Banyak tokoh nasional hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengenakan kemeja terbuat kain tenun Donggala saat berkunjung ke Sulawesi Tengah. Itu membuktikan bahwa kain tradisional dari Kabupaten Donggala itu telah ...
Baca Selengkapnya...
Lore Lindu, Eksotisme Jantung Sulawesi
*Danau Lindu di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, yang dikelilingi pegunungan dan hutan, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Selain keindahan alam, tempat ...
Baca Selengkapnya...
Hutan Wisata Danau Lindu termasuk dalam kategori wilayah Enclave Lindu dan termasuk bagian dari Wilayah Kecamatan Kulawi yang secara Geografis terletak di dalam Kawasan Taman Nasional Lore Lindu, oleh karena ...
Baca Selengkapnya...
Kolam renang “Loli Indah”
Impian Haji Radi (69) membangun taman rekreasi seeksotis Selecta, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah terwujud sejak tahun 1981 silam. Taman rekreasi seluas tiga hektare itu diberi nama Loli Indah. ...
Baca Selengkapnya...
9 Benua
9 Benua, nama sebuah perahu yang sedang bersiap-siap untuk melaut di Teluk Palu. Perahu tradisional ini dilengkapi dengan mesin "katinting" dengan kondisi yang sudah lumayan baik, karena bisa melaut sampai ...
Baca Selengkapnya...
Nelayan Tradisional
Siluet perahu nelayan di Tolitoli. Dalam foto sangat indah dilihat, tapi sebenarnya kondisi kehidupan nelayan di Tolitoli dan sebagian besar wilayah Sulteng merupakan ironi di balik citra Sulteng sebagai daerah ...
Baca Selengkapnya...
Makan dilaut
Senin pagi tanggal 4 Januari 2010. Setelah 2 jam berenang dan main di pantai TelukPalu, kamipun memakan bekal yang kami bawa dari rumah. Anak-anak duduk manis diair sambil makan sarapan ...
Baca Selengkapnya...
Dari Masamba, liburan di Palu
Keluarga besar mas Wahyu dari Kabupaten Masamba – Sulsel sedang main di pantai teluk Palu. Sebelumnya keluarga ini pernah tinggal di palu selama 7 tahun, sebelum akhirnya pindah ke Sulawesi ...
Baca Selengkapnya...
Liburan tahun baru
Hari libur telah tiba, tanpa dikomando anak-anak ngumpul di ujung jalan yang menuju ke pantai. Seperti liburan tahun baru kali ini, anak-anak langsung menuju pantai begitu teman-teman mereka sudah lengkap. ...
Baca Selengkapnya...
Pantai Tanjung Karang
Tenun Donggala
Lore Lindu, Eksotisme Jantung Sulawesi
Hutan Wisata Danau Lindu
Kolam renang “Loli Indah”
9 Benua
Nelayan Tradisional
Makan dilaut
Dari Masamba, liburan di Palu
Liburan tahun baru

Copyright © 2012 TelukPalu.Com All rights reserved. Powered by Wordpress