Hati-hati dijalan

“Alhamdulillah, kami selamat”… tiap kali saya teringat kejadian itu. Tanggal 28 Juli 2005 jam 4.30 pagi kami sampai di dermaga kapal kayu Lalong, setelah semalaman naik kapal KM. Mutiara dari Banggai, Banggai Kepulauan. Kami berencana melanjutkan perjalanan ke Palu tanpa menginap lagi di Luwuk. Dibantu teman dari bank Mandiri kami berdua mencarter mobil kijang yang rencana awal akan berangkat dari Lawuk jam 7 pagi.

Akhirnya kami bertiga (saya, Roy dan sopir) bisa berangkat pada jam 9 pagi, rupanya kami juga harus antri 40 menit untuk isi bensin. Selesai isi bensin, kami melanjutkan perjalanan dan sempat mampir di lokasi wisata Salodik dan makan pagi di rumah makan pagi tak jauh dari lokasi wisata ini.

Selesai makan dan buang air kecil, kami bertiga melanjutkan perjalanan menyusuri jalanan yang turun, berkelok dan menanjak. Dua puluh menit berlalu, kami sampai dipuncak jalan Salodik dimana kami bisa melihat pemandangan Teluk Pagimana dan Pegunungan Balantak. Kami juga tak menyia-nyiakan waktu untuk mengambil gambar pemandangan yang luar biasa tersebut. Lebih 30 gambar kami ambil dilokasi ini, lalu kami menuruni jalan yang berkelok dengan beberapa sisi adalah lereng curam.

Tak ada lagi pemandangan yang menarik untuk di foto, sopir melaju dengan kecepatan tinggi, apalagi jalanan yang turun, sepi dan lurus. Saya berfikir, sopir pasti tahu kapan harus kencang dan kapan harus pelan karena pasti sudah terbiasa melewati jalur ini tiap harinya. Apalagi saat itu tak satupun kendaraan yang melintas, hanya mobil yang kami tumpangi. Inilah kesalahan kami yang tidak menegur sopir tatkala mobil melaju dengan kencang.

Sesaat kemudian …. tiba-tiba ada motor bebek yang disandar di jalur aspalt, jalanan lurus tapi berombak menghalangi penglihatan kami dan sopir ketika tiba-tiba ada motor dan mobil datang dari depan. Terlebih mobil kami yang melewati jalan turun melaju dengan kencang. Sopir yang tak mau menabrak motor dan tak sempat lagi menghentikan mobil memilih mencuri jalur kanan…..beberapa detik kemudian suara keras tak beraturan terdengar, pandangan saya gelap!! Beberapa detik berlalu, saya bisa melihat dengan baik ketika disamping saya ada orang yang meringkuk menempel dasboard mobil. Dibenak saya sempat bertanya, siapakah ini? …… rupanya Roy yang duduk di kursi tengah belakang terlempat disamping saya….

Kamera yang selalu saya pegang dalam perjalanan terlempar dan saya dapati ada di bawah kursi …… melepaskan sabuk pengaman, …… turun sempoyongan dan memegang hidung… takut-takut kalau ada darah yang keluar walau tidak terkena benturan langsung dengan mobil/dasboard.

Saya yang pertama keluar dari mobil terduduk di rerumputan samping jalan, tanpa mengintip ke viewfinder kamera saya mengambil beberapa gambar mobil yang ringsek.. sementara masyarakat sekitar mulai berlarian untuk memberikan pertolongan…. kami sempat diberikan air minum hangat oleh mereka.

Syukur Alhamdulillah semua penumpang dari kedua mobil tersebut tidak ada yang terluka parah, tapi kasihan dengan anak kecil yang keluar darah dari hidungnnya, karena terlempar saat digendong ibunya di kursi depan mobil.

Kami berdua akhirnya melanjutkan perjalanan ke Palu dengan travel Jawa Indah yang kebetulan lewat dan ada seat kosong. Sempat berhenti di Pagimana untuk menelpon ke Luwuk memberi kabar bahwa mobil kami carter tabrakan…..

Perjalanan masih panjang,….. akhirnya kami berdua tiba di rumah jam 2 malam…. Alhamdulillah kami semua selamat. Alhamdulillah saya yang duduk di samping sopir memakai sabuk pengaman… andai tidak, pasti udah bonyok (atau apalah jadinya ..) saat terbentur ke dasboard mobil.
 

Thony Irawanto

Assalamu'alaikum Wr, Wb. Terimakasih atas kunjungan Anda. Trimakasih pula atas kritik dan saran yang telah disampaikan, mohon maaf bila masukan dari Anda belum bisa saya wujudkan semua dalam situs ini. Wassalam, Wr, Wb.

You may also like...