-
1163 views, 1 so far today
Suaka Margasatwa Pulau Dolangon
- Sunday, May 4, 2008, 20:18
- Suaka Margasatwa
- Add a comment
|
Suaka margasatwa Pulau Dolangon menurut pembagian wilayah administratif pemerintahan termasuk wilayah Kecamatan Tolitoli Utara. TerLetak di desa Santigi Kabupaten Tolitoli. Terletak 60 km disebelah utara kota Tolitoli.
|
|
Status dan Luas Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.: 441/Kpts/Um/5/81, tanggal 21 Mei 1981 dengan status sebagai Suaka margasatwa yang diperuntukan bagi perlindungan burung Maleo (Macrocephalon maleo). Luas kawasan SM. Pulau Dolangon 462,5 Ha. lklim dan Topografi Topografi di kawasan suaka margasatwa ini umumnya datar/rata. lklim di kawasan ini dan sekitarnya adalah tipe A dengan curah hujan rata-rata 2302 mm/tahun. Potensi Sumber Daya Alam Sebagai suatu kawasan perlindungan bagi satwa burung Maleo dan Molo (Megapodius frycinet) maka potensi alam yang dimilikinya seperti hutan alam yang utuh serta rapat yang merupakan habitat asil dari burung Maleo dan Molo. Pulau Dolangon merupakan pulau tak berpenduduk sahingga masih terjaga keasliannya dan pulau ini terbentuk dari karang-karang laut.
Kegiatan yang ditawarkan
Sarana Kemudahan dan Pelayanan
Bagaimana menuju SM. P. Dolangon Dapat dicapai dengan kendaraan umum / darat baik roda dua maupun roda empat dari Tolitoli – Santigi (± 60 km/2 jam) dilanjutkan ke kampung Tara Dusun (± 8 km/15 menit) dan selanjutnya dengan Speed Boat dari kampung Tara Dusun ke P. Dolangon (± 10 menit) atau dengan sampan (± 20 menit). Untuk kendaraan dari Tolitoli – Santigi menggunakan kendaraan umum yang sering lewat kampung Santigi atau dapat juga dengan carter kendaraan dan dilanjutkan dengan carter motor boat atau perahu nelayan sekitar P. Dolangon. Terkadang jika air surut P. Dolangon dapat dicapai dengan berjalan kaki dari kampung Tara Dusun (Dusun terdekat). Kehidupan satwa burung Maleo dan burung Molo di P. Dolangon tidak terganggu oleh kehidupan masyarakat disekitarnya. Keadaan hutan juga tidak terganggu, karena masyarakat disekitar kawasan tersebut telah mentaati aturan-aturan yang ada, selain itu perhatian mereka tercurah pada kegiatan budi daya rumput laut (rumput laut hijau, merah, kuning dan krem / kuning muda / pucat). Pada lokasi bertelur burung Maleo banyak dijumpai pohon pandan hutan (Pandanus sp.) dimana buah pandan tersebut merupakan pakan burung Maleo dan burung Molo. |
-
1163 views, 1 so far today

