Suaka Margasatwa Pulau Dolangon

Suaka margasatwa Pulau Dolangon menurut pembagian wilayah administratif pemerintahan termasuk wilayah Kecamatan Tolitoli Utara. TerLetak di desa Santigi Kabupaten Tolitoli. Terletak 60 km disebelah utara kota Tolitoli.

Status dan Luas

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.: 441/Kpts/Um/5/81, tanggal 21 Mei 1981 dengan status sebagai Suaka margasatwa yang diperuntukan bagi perlindungan burung Maleo (Macrocephalon maleo). Luas kawasan SM. Pulau Dolangon 462,5 Ha.

lklim dan Topografi

Topografi di kawasan suaka margasatwa ini umumnya datar/rata. lklim di kawasan ini dan sekitarnya adalah tipe A dengan curah hujan rata-rata 2302 mm/tahun.

Potensi Sumber Daya Alam

Sebagai suatu kawasan perlindungan bagi satwa burung Maleo dan Molo (Megapodius frycinet) maka potensi alam yang dimilikinya seperti hutan alam yang utuh serta rapat yang merupakan habitat asil dari burung Maleo dan Molo. Pulau Dolangon merupakan pulau tak berpenduduk sahingga masih terjaga keasliannya dan pulau ini terbentuk dari karang-karang laut.

  • Flora, Jenis-jenis pohon yang dominan tumbuh di pulau ini antara lain: Kala-kala (Albizzia lebbeck), Santigi (Pempis acidula), Kayu Bayam atau lpi (Intsia biyuga), Lemo-lemo (Xinema americana), Nyirih (Xylocarpus moluccensis), sedangkan semak-semak banyak didominasi oleh Petai Cina (Leucaenaglauca) serta Pakis haji (Cycas rumphii) dan Pandan (Pandanus tectorius) dan Bolaning (Ipomoea prescaprae) juga Ketapang (Terminalia catappa).
  • Fauna, Sebagian besar penghuni pulau ini adalah burung-burung antara lain: Dara laut (Sterna hirundo), Bangau putih (Egretta garzetta), Elang coklat (Elanus sp.), Molo/Gosong (Megapodius frycihet) dan burung Maleo (Macrocephalon maleo) serta, burung Srigunting dobel raket (Dicruciis sp.).

Kegiatan yang ditawarkan

  1. Penelitian, Obyek penelitian dikawasan ini cukup banyak baik dari segi ekologi, biologi, geologi maupun aspek sosial budaya masyarakat sekitarnya SM. P. Dolangon.
  2. Pendidikan, Pendidikan mengenai teknik budidaya satwa Maleo, Molo atau lainnya dapat dilakukan dikawasan ini.
  3. Foto Hunting, Dapat dilakukan pada saat burung Maleo bertelur atau pada saat burung Molo membuat gundulkan tanah.
  4. Rekreasi, Dilakukan di pantai atau perairan P. Dolangon sambil menyaksikan panorama laut perairan P. Dolangon. Kegiatan rekreasi ini sifatnya terbatas di P.Dolangon sebab akan mengganggu satwa yang ada di P. Dolangon tersebut.

Sarana Kemudahan dan Pelayanan

  1. Informasi, Informasi dapat diperoleh di Kantor Sub Seksi KSDA Tolitoll Jl. Mogamu (dibelakang Kantor Cabang Dinas Kehutanan Toli-toli) atau pada Kantor SBKSDA Sulawesi Tengah atau Balai KSDA VI. Sarana informasi belum lengkap dan sarana – sarana lainnya juga belum ada.
  2. Pelayanan, Pengunjung kekawasan ini terbatas dan untuk keperluan pemandu wisata alam dapat dikunjungi Kantor Sub Seksi KSDA Toli-toli untuk mendapatkan pengaturan dari pihak pengelola kawasan ini.

Bagaimana menuju SM. P. Dolangon

Dapat dicapai dengan kendaraan umum / darat baik roda dua maupun roda empat dari Tolitoli – Santigi (± 60 km/2 jam) dilanjutkan ke kampung Tara Dusun (± 8 km/15 menit) dan selanjutnya dengan Speed Boat dari kampung Tara Dusun ke P. Dolangon (± 10 menit) atau dengan sampan (± 20 menit). Untuk kendaraan dari Tolitoli – Santigi menggunakan kendaraan umum yang sering lewat kampung Santigi atau dapat juga dengan carter kendaraan dan dilanjutkan dengan carter motor boat atau perahu nelayan sekitar P. Dolangon.

Terkadang jika air surut P. Dolangon dapat dicapai dengan berjalan kaki dari kampung Tara Dusun (Dusun terdekat). Kehidupan satwa burung Maleo dan burung Molo di P. Dolangon tidak terganggu oleh kehidupan masyarakat disekitarnya. Keadaan hutan juga tidak terganggu, karena masyarakat disekitar kawasan tersebut telah mentaati aturan-aturan yang ada, selain itu perhatian mereka tercurah pada kegiatan budi daya rumput laut (rumput laut hijau, merah, kuning dan krem / kuning muda / pucat). Pada lokasi bertelur burung Maleo banyak dijumpai pohon pandan hutan (Pandanus sp.) dimana buah pandan tersebut merupakan pakan burung Maleo dan burung Molo.

 

Secara administratif pemerintahan kawasan Suaka Margasatwa Lombuyan terletak di Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai. Lombuyan terletak di desa Salodik dan terbagi atas 2 bagian, yaitu Lombuyan 1 (Beetan) Lombuyan II (Lombuyan). ...
Baca Selengkapnya...
Secara geografis Taman Nasional Lore Lindu terletak antara 1°8' sampai 1°30' LS dan 119°58' sampai 120°16' BT, sedangkan secara administratif pemerintahan taman nasional tersebut terletak pada dua kabupaten yaitu Kabupaten ...
Baca Selengkapnya...
Berdasarkan pembagian wilayah administrasi pemerintahan, cagar alam Morowali terletak di dua kecamatan, yaitu Kec. Petasia (Kolonodale) Dan Kec. Bungku Utara, Kabupaten Poso. Iklim dan Topografi Topografi mulai dari datar sampai bergunung-gunung ...
Baca Selengkapnya...
Taman Hutan Raya Palu secara administratif pemerintahan, terletak di desa Paboya, desa Pombewe dan desa Ngatabaru, Kec. Palu Timur Dan Kec. Sigi Biromaru, Kabupaten Donggala, ± 10-15 km sebelah timur ...
Baca Selengkapnya...
Berdasarkan pembagian wilayah administratif pemerintahan, kawasan Suaka margasatwa Pati-Pati termasuk kedalam Kec. Pagimana, Kabupaten Banggai. Perluasan kawasan ini terletak di desa Toiba, Kec. Pagimana. Luas dan Status Berdasarkan Surat Keputusan Raja ...
Baca Selengkapnya...
Suaka margasatwa Pinjan/Tg. Matop berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.: 445/Kpts/UM/5/1981, tanggal 21 Mei 1981 ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa dengan luas 1.612,5 Ha yang diperuntukan sebagai tempat perlindungan ...
Baca Selengkapnya...
Cagar alam Tanjung Api, secara administratif pemerintahan terletak di Kec. Ampana Kota Dan Ampana Tete, Kabupaten Poso. Secara geografis cagar alam Tanjung Api terletak antara 0° 53' sampai dengan 0° ...
Baca Selengkapnya...
Pulau Togian terletak di 0°12'-0°35' LS, 121°37'-122°09' BT, mengarah ke pusat teluk yang dibentuk oleh Pulau Sulawesi yang kearah utara dan semenanjung yang lebih kecil di sebelah selatan. Akses ...
Baca Selengkapnya...
Lokasi Berdasarkan pembagian wilayah administratif pemerintahan, kawasan Suaka margasatwa Pati-Pati termasuk kedalam Kec. Pagimana, Kabupaten Banggai. Perluasan kawasan ini terletak di desa Toiba, Kec. Pagimana. Luas dan Status Berdasarkan Surat Keputusan Raja Banggai ...
Baca Selengkapnya...
Lembah Bada
Dua nyonya Belanda berdiri di sebelah salah satu patung di Lembah Bada di tahun 1930-an. Lembah Bada atau Lembah Napu adalah lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini ...
Baca Selengkapnya...
Suaka Margasatwa Lombuyan
Taman Nasional Lore Lindu
Cagar Alam Morowali
Taman Hutan Raya Palu (Paboya)
Suaka Margasatwa Pati-Pati
Suaka Margasatwa Pulau Pinjan / Tanjung Matop
Cagar Alam Tanjung Api
Cagar Alam Laut Kepulauan Togian
Suaka Margasatwa Pati-Pati
Lembah Bada

Copyright © 2013 TelukPalu.Com All rights reserved. Powered by Wordpress