Taman Hutan Raya Palu (Paboya)

Taman Hutan Raya Palu secara administratif pemerintahan, terletak di desa Paboya, desa Pombewe dan desa Ngatabaru, Kec. Palu Timur Dan Kec. Sigi Biromaru, Kabupaten Donggala, ± 10-15 km sebelah timur kota Palu.

Status dan Luas

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No: 461/Kpts-11/1995, pada tanggal 4 September 1995 kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan Taman Hutan Raya Palu (TAHURA) dengan luas 8.100 Ha, yang berfungsi sebagai sarana penelitian, pendidikan dan pelatihan, penyuluhan generasi muda dan pariwisata.

Sejarah Kawasan

Sejarah pembentukan Taman Hutan Raya diawali dengan perubahan fungsi dari cagar alam Paboya seluas 1000 Ha, hutan Lindung Paneki seluas 7000 Ha dan lokasi Pekan Penghijauan (PPN XXX) tahun 1990 seluas 100 Ha. Ketiga kawasan ini selain saling berdekatan serta perpotensi tinggi yaitu potensi flora dan fauna serta sebagai pengatur tata air (Hidro orologi) maka diresmikanlah gabungan ketiga kawasan tersebut sebagai TAHURA Palu.

lklim dan Topografi

Menurut Schmidt dan Ferguson tipe iklim dikawasan ini adalah tipe E (sangat kering). Topografi berbukit-bukit dengan ketinggian bervariasi antara 50-250 m dari permukaan laut.

Potensi Sumber Daya Alam

Sebagai kawasan taman hutan raya yang berfungsi sebagai tempat pendidikan / pelathan, kegiatan penelitian dan pariwisata serta berfungsi sebagai pengatur tata air maka potensi ekosistern yang dimiliki merupakan ekosistem khas daerah kering dengan banyaknya tumbuhan/vegetasi khas daerah kering yang banyak tumbuh dikawasan tersebut.

  • Flora
    Ekosistem daerah kering yang unik yang didominasi oleh tumbuhan Cendana (Santalum album), Akasia (Acacia decurens) serta rumput-rumputan dan belukar yang terpencar-pencar dan sangat luas. Diwilayah Paboya hutannya sebagian besar telah mengalami kerusakan tidak mencerminkan sesuatu hutan alam yang utuh. Beberapa anggrek tanah (Calanthe sp., Arundina bambusa, Spathoglottis sp.) juga banyak dijumpai. Didaerah hutan lindung Paneki ditemukan pohon-pohon jenis Andolla (Anthocephalus sp.), Bintangur (Callopyyllum sp.), Jelata (Dyera lowil) dan Rau (Drancontomelon mangiferum) serta Ficus sp. Dilokasi PPN XXX pohon-pohon tumbuh merupakan hasil penanaman kembali seperti: Angsana (Pterocarpus indicus), Johar (Cassla slamea), Kayu hitam (Diospyros celebica).
  • Fauna
    Pada kawasan Tahura Palu, satwa yang banyak ditemui adalah jenis-jenis burung antara lain: Kakatua putih jambul kuning (Cacatua sulphlirea), Tekukur (Geopelia sp), Elang coklat (Elanushypolaneus), Biawak (Varanus,sp.).
  • Fenomena Alam
    Gejala alam dan keindahan alam yang dimiliki Taman Hutan Raya Palu antara lain berupa panorama alam lembah Palu, pantai Teluk Palu yang dinikmati dari bukit-bukit diwilayah Paboya dan desa Ngatabaru (lokasi PPN XXX). Beberapa sungai dangkal seperti sungai Paboya, sungai Paneki dengan air yang jernih menambah keindahan alam Tahura ini.

Kegiatan yang ditawarkan:

  1. Penelitian, Obyek penelitian yang ditawarkan di Tahura ini seperti penelitian biologi, ekologi, geologi maupun sosial budaya masyarakat sekitarnya.
  2. Pendidikan, Pendidikan dapat dilakukan dikawasan ini terutama dilokasi desa Paneki dengan tersedianya gedung sebagai sarana pendidikan juga asrama bagi peserta didik dilokasi PPN XXX dapat pula dilakukan hal yang sama dengan sarana telah tersedia baik.
  3. Berkemah, Tempat-tempat berkemah seperti di Paneki (lokasi pendidikan pramuka) juga di desa Ngatabaru (Jokasi PPN XXX) dapat dimanfaatkan.
  4. Rekreasi dan Wisata Alam, Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain: berjalan kaki sambil menikmati keindahan alam kota Palu dari G. Paboya atau dari lokasi PPN XXX.

Sarana Kemudahan dan Pelayanan

  1. Sarana Informasi dan Akomodasi, Untuk memperoleh gambaran yang tepat dan penjelasan tentang Taman Hutan Raya dapat menghubungi Kantor Balai KSDA VI, Jl. Prof. Moh. Yamin No. 19 Palu. Sarana akomodasi didalam wilayah Tahura tersedia baik untuk peneliti maupun pengunjung lain. Sarana ini terletak di desa Ngatabaru dan di desa Paneki. Pengaturan penggunaan sarana akomodasi ini dapat diperoleh pada Kantor BKSDA VI.
  2. Pelayanan, Pengunjung Tahura Palu dapat disertai pemandu wisata alam atau pembawa barang dan perlu membawa pembantu penyiapan makanan (tukang masak) selama tinggal dikawasan ini dengan pengaturan dari pihak BKSDA VI.

Bagaimana Menuju Taman Hutan Raya Palu

Terdapat tiga pintu masuk Tahura ini, ketiga pintu itu adalah dari desa Paboya (± 9 km kesebelah timur Palu), dari desa Paneki (± 10 km ke selatan kota Palu) dan desa Ngatabaru (± 15 km dan kota Palu).

Pencapaian pintu masuk tersebut sebagai berikut:

  1. Palu – Paboya (± 9 km) dapat ditempuh dengan kendaraan beroda dua atau beroda empat dilanjutkan dengan jalan kaki dari kampung Paboya ± 1 km. Lama perjalanan ± 30 menit.
  2. Palu – Paneki (± 10 km) ditempuh dengan roda dua atau roda empat dari Palu ke desa Paneki memerlukan waktu ± 30 menit.
  3. Palu – Ngatabaru (t 15 km) ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat, melalui desa Petobo dan Ngatabaru memerlukan waktu ± 30 menit.

Perjalanan melalui ketiga daerah tersebut dapat ditempuh dengan menyewa kendaraan umum atau taxi.

 

Suaka margasatwa Pulau Dolangon menurut pembagian wilayah administratif pemerintahan termasuk wilayah Kecamatan Tolitoli Utara. TerLetak di desa Santigi Kabupaten Tolitoli. Terletak 60 km disebelah utara kota Tolitoli. Status dan Luas Berdasarkan ...
Baca Selengkapnya...
Secara administratif pemerintahan kawasan Suaka Margasatwa Lombuyan terletak di Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai. Lombuyan terletak di desa Salodik dan terbagi atas 2 bagian, yaitu Lombuyan 1 (Beetan) Lombuyan II (Lombuyan). ...
Baca Selengkapnya...
Secara geografis Taman Nasional Lore Lindu terletak antara 1°8' sampai 1°30' LS dan 119°58' sampai 120°16' BT, sedangkan secara administratif pemerintahan taman nasional tersebut terletak pada dua kabupaten yaitu Kabupaten ...
Baca Selengkapnya...
Berdasarkan pembagian wilayah administrasi pemerintahan, cagar alam Morowali terletak di dua kecamatan, yaitu Kec. Petasia (Kolonodale) Dan Kec. Bungku Utara, Kabupaten Poso. Iklim dan Topografi Topografi mulai dari datar sampai bergunung-gunung ...
Baca Selengkapnya...
Berdasarkan pembagian wilayah administratif pemerintahan, kawasan Suaka margasatwa Pati-Pati termasuk kedalam Kec. Pagimana, Kabupaten Banggai. Perluasan kawasan ini terletak di desa Toiba, Kec. Pagimana. Luas dan Status Berdasarkan Surat Keputusan Raja ...
Baca Selengkapnya...
Suaka margasatwa Pinjan/Tg. Matop berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.: 445/Kpts/UM/5/1981, tanggal 21 Mei 1981 ditetapkan sebagai kawasan suaka margasatwa dengan luas 1.612,5 Ha yang diperuntukan sebagai tempat perlindungan ...
Baca Selengkapnya...
Cagar alam Tanjung Api, secara administratif pemerintahan terletak di Kec. Ampana Kota Dan Ampana Tete, Kabupaten Poso. Secara geografis cagar alam Tanjung Api terletak antara 0° 53' sampai dengan 0° ...
Baca Selengkapnya...
Pulau Togian terletak di 0°12'-0°35' LS, 121°37'-122°09' BT, mengarah ke pusat teluk yang dibentuk oleh Pulau Sulawesi yang kearah utara dan semenanjung yang lebih kecil di sebelah selatan. Akses ...
Baca Selengkapnya...
Lokasi Berdasarkan pembagian wilayah administratif pemerintahan, kawasan Suaka margasatwa Pati-Pati termasuk kedalam Kec. Pagimana, Kabupaten Banggai. Perluasan kawasan ini terletak di desa Toiba, Kec. Pagimana. Luas dan Status Berdasarkan Surat Keputusan Raja Banggai ...
Baca Selengkapnya...
Lembah Bada
Dua nyonya Belanda berdiri di sebelah salah satu patung di Lembah Bada di tahun 1930-an. Lembah Bada atau Lembah Napu adalah lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini ...
Baca Selengkapnya...
Suaka Margasatwa Pulau Dolangon
Suaka Margasatwa Lombuyan
Taman Nasional Lore Lindu
Cagar Alam Morowali
Suaka Margasatwa Pati-Pati
Suaka Margasatwa Pulau Pinjan / Tanjung Matop
Cagar Alam Tanjung Api
Cagar Alam Laut Kepulauan Togian
Suaka Margasatwa Pati-Pati
Lembah Bada

One Comment on “Taman Hutan Raya Palu (Paboya)”

  • Taylor Lautner wrote on 3 May, 2010, 9:52

    hello really good little journal ya have right here :) I apply the identical web theme on my own blog though for whatever odd issue it appears to reload more efficiently on this site eventhough this site has got a lot more content. Are you currently making use of different plugins or widgets that will speed it up? Do you think you could share the programs so I might use them in my own web pages so twilight new moon fans could watch twilight new moon online trailers and clips more rapidly I would always be grateful – thanks ahead of time :)

Copyright © 2013 TelukPalu.Com All rights reserved. Powered by Wordpress