1849 views, 5 so far today
Raja Haji Awaluddin
- Thursday, February 18, 2010, 15:39
- Banggai, Bangkep, Budaya
Foto ini merupakan koleksi khusus yang saya dapatkan dari Mr. D.P Tick, beliau adalah pemerhati budaya nusantara yang berkewarganegaraan Belanda. Beliau juga pendiri lembaga Pusat Dokumentasi Kerajaan-Kerajaan di Indonesia “PUSAKA” yang telah berbaik hati mengirimkan foto dan puluhan lembar dokumen sejarah kerajaan Banggai.

Raja Haji Awaluddin 1925-1940 (berdiri ditengah)

Keraton Raja banggai merupakan peninggalan Raja Banggai yang keadaannya masih terpelihara dengan baik. Objek wisata budaya ini berjarak 72 kilometer dari kota Luwuk dan dapat ditempuh dengan kapal laut selama 9 jam. Lokasi keraton terdapat ditengah kota Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan dimana didalamnya terdapat keris kerajaan, payung kerajaan, alat musik kulintang dan pakaian kebesaran raja.
Kerajaan Banggai diperkirakan berdiri pada abad ke 13 tahun saka 1478 atau tahun 1365 masehi. Kerajaan ini berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate di Maluku Utara. Bentuk bangunan keraton menyerupai keraton-keraton yang ada di Tidore dan Ternate karena hubungan historis. Kerajaan Banggai dikenal sebagai kerajaan yang paling demokratis di dunia, karena tidak mengenal putra mahkota atau ahli waris. Siapapun bisa diangkat menjadi Raja atas keputusan Basalo Sangkep. Basalo Sangkep berfungsi sebagai majelis Permusyawaratan Rakyat atau wakil rakyat.
Pulau Banggai adalah salah satu pulau di Kabupaten Banggai Kepulauan. Perjalanan dari Palu - Luwuk dengan perjalanan darat sekitar 16 jam, atau Palu - Luwuk dengan pesawat Merpati Cassa 212 ...
Baca Selengkapnya...
Ahdin, seorang pengrajin batik Bomba khas Kota Palu, hampir tidak pernah ketinggalan ikut meramaikan setiap pameran yang dilaksanakan di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dan luar daerah.
Setiap momen pameran, Ahdin ...
Baca Selengkapnya...
Banyak tokoh nasional hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengenakan kemeja terbuat kain tenun Donggala saat berkunjung ke Sulawesi Tengah.
Itu membuktikan bahwa kain tradisional dari Kabupaten Donggala itu telah ...
Baca Selengkapnya...
Teluk Lalong adalah teluk yang berada tepat di depan Kota Luwuk. Jika Teluk Palu yang menjadi ikon dari Kota Palu, maka Teluk lalong juga menjadi ikon dari Kota Luwuk - ...
Baca Selengkapnya...
Siluet perahu nelayan di Tolitoli. Dalam foto sangat indah dilihat, tapi sebenarnya kondisi kehidupan nelayan di Tolitoli dan sebagian besar wilayah Sulteng merupakan ironi di balik citra Sulteng sebagai daerah ...
Baca Selengkapnya...
Beragam perlatan tari tradidional yang ada di Sulawesi tengah, lebih detail dalam uraian sebagai berikut:.....
14. Tali Bonto (pengikat)
Bahan: Pelepah sagu atau pelepah enau dan kain serta manik-manik. Bentuk: Pipih dibentuk ...
Baca Selengkapnya...
Beragam perlatan tari tradidional yang ada di Sulawesi tengah, lebih detail dalam uraian sebagai berikut:
1. Vidu
Bahan: Kelopak bambu yang berbuluh dan mengkilat yang dalam bahasa Kaili disebut Sayapu nuavo, batang ...
Baca Selengkapnya...
Bahan: Kulit pelepah enau. Tali yang dibuat dari kulit kayu. Bentuk: Pipih dan ada lubang yang berbentuk garpu tala ditengahnya. Ukurannya, panjang ± 15 cm, lebar ± 2 cm. Warna ...
Baca Selengkapnya...
Bahan: Bulu tuli dan rotan
Bentuk: Berbentuk jepitan atau garpu tala sama seperti Paree.
Warna: Coklat kekuning-kuningan (sama dengan warna bulu yang sudah tua).
Cara pembuatan: Untuk membuat alat kesenian ini diperlukan buluh ...
Baca Selengkapnya...
Bahan: Bambu, kayu dan rotan. Bentuk: Bulat panjang. Warna: Sama seperti bambu yang kering (kekuning-kuningan). Tidak diketahui secara pasti, mengapa alat ini disebut tadilo, karena beberapa warga tidak mampu menjelaskan ...
Baca Selengkapnya...
Pulau Banggai – Banggai Kepulauan
Batik Bomba tandamata dari Palu
Peralatan Tari Tradisional 2
Peralatan Tari Tradisional
1849 views, 5 so far today