Raja Haji Awaluddin
Foto ini merupakan koleksi khusus yang saya dapatkan dari Mr. D.P Tick, beliau adalah pemerhati budaya nusantara yang berkewarganegaraan Belanda. Beliau juga pendiri lembaga Pusat Dokumentasi Kerajaan-Kerajaan di Indonesia “PUSAKA” yang telah berbaik hati mengirimkan foto dan puluhan lembar dokumen sejarah kerajaan Banggai.

Raja Haji Awaluddin 1925-1940 (berdiri ditengah)

Keraton Raja banggai merupakan peninggalan Raja Banggai yang keadaannya masih terpelihara dengan baik. Objek wisata budaya ini berjarak 72 kilometer dari kota Luwuk dan dapat ditempuh dengan kapal laut selama 9 jam. Lokasi keraton terdapat ditengah kota Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan dimana didalamnya terdapat keris kerajaan, payung kerajaan, alat musik kulintang dan pakaian kebesaran raja.
Kerajaan Banggai diperkirakan berdiri pada abad ke 13 tahun saka 1478 atau tahun 1365 masehi. Kerajaan ini berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate di Maluku Utara. Bentuk bangunan keraton menyerupai keraton-keraton yang ada di Tidore dan Ternate karena hubungan historis. Kerajaan Banggai dikenal sebagai kerajaan yang paling demokratis di dunia, karena tidak mengenal putra mahkota atau ahli waris. Siapapun bisa diangkat menjadi Raja atas keputusan Basalo Sangkep. Basalo Sangkep berfungsi sebagai majelis Permusyawaratan Rakyat atau wakil rakyat.







