Air Panas “Harta Karun” Wisata Tolitoli

Di sini juga tersedia pisang goreng yang bisa dipesan kapan saja. Pisangnya enak, sambelnya pedas. Bisa dicicipi jika lelah berenang.

Tidak semua masyarakat di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mengetahui ada air panas yang bersumber dari perut bumi di daerah ini. Air panas yang kini menjadi pusat wisata di pinggiran kota Tolitoli itu sudah dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi tempat permandian modern.

Permandian ini dikelola swasta. Setiap hari libur tempat ini ramai dikunjungi orang, hanya untuk menikmati air panas atau sekadar refresing bersama keluarga.

“Permandian Lorenz” nama pusat permandian itu. Letaknya hanya sekitar lima kilometer arah Selatan kota Tolitoli, tepatnya di desa Buntuna, Kecamatan Baolan, Tolitoli. Untuk menuju ke tempat ini aksesnya sangat mudah, bisa dengan angkutan kota ataupun dengan kendaraan pribadi. Tapi umumnya yang datang ke tempat ini menggunakan kendaraan pribadi roda dua ataupun roda empat.

Dulu tempat ini tidak begitu dikenal, namun sudah dua tahun terakhir nama Buntuna menjadi top setelah seorang warga keturunan Tionghoa bernama Ceng, menyulap lokasi itu menjadi pusat wisata masyarakat kota. Ceng mengaku melirik tempat ini karena ada air panas yang keluar dari perut bumi. Ceng tidak hanya mengandalkan air panas itu untuk menarik pengunjung, ia juga membuat dua kolam renang yang cukup luas. Satu khusus untuk anak-anak, satunya lagi untuk orang dewasa.

“Karena sudah mendesak dan saya tidak tahu beri nama apa, sehingga saya beri saja nama Lorenz,” kata Ceng menjelaskan ihwal berdirinya permandian Lorenz itu.

Meskipun pengelolanya memberi nama Lorenz, tetapi orang lebih mengenal permandian Buntuna.

Pusat permandian air panas di Tolitoli ini grand openingnya digelar awal tahun 2007 bersamaan dengan pergantian malam tahun baru 2006 ke 2007. Sejak itulah nama Permandian Lorenz menjadi terkenal. Tapi sebagian besar masyarakat menyebutnya dengan permandian Buntuna.
“Saya juga tidak mengerti kenapa saya harus berikan nama Lorenz, ini hanya kebetulan saja,” jelas Ceng yang juga pengusaha angkutan sewa/rental ini.

Ceng juga memberi nama rentalnya dengan nama “Rental Lorenna”. Tapi katanya tidak ada hubungan kedua nama tersebut, Lorenz dan Lorenna.

Untuk masuk ke arena permandian ini setiap orang dewasa dikenakan tarif Rp10.000,-. Dengan harga itu, pengunjung sudah bisa menikmati air panas dan sejuknya air kolam renang.

Di sini juga tersedia pisang goreng yang bisa dipesan kapan saja. Pisangnya enak, sambelnya pedas. Bisa dicicipi jika lelah berenang.

Air panas yang bersumber dari perut bumi di Buntuan sudah dikelola secara modern, sehingga setiap orang ingin mandi bersama keluarganya sudah tertutup dari pandangan orang lain. Di atas tanah tak jauh dari sumber air panas dibuatkan satu gedung khusus. Bentuk arsitekturnya bulat, lalu disekat menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian memiliki pintu sendiri, sehingga bisa ditutup rapat saat pengunjung mandi.

Di dalam ruangan yang luasnya sekitar 3 x 3 meter itu sudah ditegel. Terdapat bak lonjong yang bisa menampung ratusan liter air. Pengunjung tinggal memutar kran saja. Jika airnya dirasa sudah cukup, bisa langsung merendam badan. Serasa mandi di rumah sendiri.

Agar sirkulasi air lancar, pengelola membuat satu pembuangan. Dengan pembuangan ini air bisa diganti kapan saja sesuka pengunjung.

“Air panas itu bersumber dari mata air panas, lalu kami sedot dengan mesin sehingga bisa mengalir dengan lancar,” kata Wayan Suwiyantara, salah seorang mantan karyawan pengelola air panas Buntuna itu.

Wayan mengaku terlibat sejak awal dalam pembuatan permandian air panas tersebut. Karena itulah katanya, dia mengetahui persis teknik dan desain dari pusat permandian air panas yang kini makin digemari masyarakat Tolitoli ini.

Menurut dia, suhu air panas Buntuna ini cukup tinggi sehingga untuk bisa mandi sebagian pengunjung harus menunggu hingga suhu panasnya sedikit turun.

Hampir semua lapisan masyarakat, mulai dari pejabat, pengusaha, pelajar, dan pekerja swasta sudah pernah merasakan indahnya air panas Buntuna. Selain sebagai tempat wisata, air panas ini juga diyakini bisa mengobati sejumlah penyakit seperti gatal-gatal, kudis, kurap, dan rematik. Konon kabarnya, air panas ini juga bisa membakar lemak sehingga tidak sedikit kalangan ibu datang mandi di tempat ini.

Tamu dari luar daerah yang datang ke Tolitoli sebagian diantaranya berkunjung ke tempat ini. Salah satunya adalah Firdaus Dulgani, seorang warga di Kompleks Sumir, Pondok Gede, Banten. Firdaus yang kebetulan datang berlibur ke Tolitoli mengaku tertegun melihat tempat wisata air panas Buntuna ini. Di Jakarta sendiri katanya, jika ingin mandi air panas yang mengandung zat blerang ia kerap ke Bogor dengan perjalanan yang cukup jauh dibanding permandian air panas Buntuna yang hanya sekitar lima kilometer dari pusat kota Tolitoli.

Hal yang sama juga diakui Umar Alatas, wakil ketua DPRD Tolitoli. Dia mengaku hampir setiap hari libur ia menyempatkan diri berkunjung ke permandian Buntuna ini. Tujuannya hanya untuk mandi air panas dan berenang di kolam permandian.

Agar lokasi ini terjaga dari kotoran dan tetap steril, pihak pengelola tidak mengizinkan pengunjung menggunakan alas kaki selama di lokasi permandian yang luasnya hampir separo dari lapangan sepak bola ini.

Masih banyak “harta karun” wisata di Tolitoli hingga kini belum tergarap secara maksimal sehingga kurang dikunjungi wisatawan domestik apalagi manca negara. Permandian air panas Buntuna adalah satu dari sekian banyak “harta karun” wisata yang baru dikelola sejak dua tahun terakhir.(adha nadjemuddin/pernah dipublikasikan di ANTARA)

Sumber : http://adhanet.wordpress.com 

Bulan malam itu baru menampakkan cahayanya, bertengger di sela-sela pegunungan. Cahayanya menyinari seantero Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, tak terkecuali Pulau Lingayan, sebuah pulau yang eksotis seluas 210 hektare. Cahaya dewi malam ...
Baca Selengkapnya...
Menikmati Teluk Palu sambil mancing
Mancing adalah aktifitas yang selalu terlihat kala kita melewati pantai di teluk Palu, baik yang dilakukan oleh para nelayan tradisional maupun oleh para pehobby mancing. Jika anda tidak bisa mancing ...
Baca Selengkapnya...
Perahu Bagang
"Bagang" adalah sebutan untuk tempat penangkapan ikan, pada umumnya berupa pondok-pondok di tengah laut dengan bentangan jaring dibawahnya. Di Tolitoli, sebagian Bagang berupa perahu yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa ...
Baca Selengkapnya...
Senja di Tanjung Batu, Tolitoli
Berikut adalah gambar saat saya menikmati senja di pantai Tanjung Batu, Tolitoli. Pantai yang berada di pinggiran pusat kota Tolitoli ini tak pernah sepi dari pengunjung, terutama di sore dan ...
Baca Selengkapnya...
Kolan Renang dan Pantai Taipa
Kolam Renang Taipa berjarak kurang lebih 15 KM dari Kota Palu arah Pantoloan. Kolam ini terletak bersebelahan dengan dermaga Fery Taipa. Pengunjung hanya dipungut Rp. 5.000,- untuk masuk ke Lokasi, ...
Baca Selengkapnya...
Kolam renang “Loli Indah”
Impian Haji Radi (69) membangun taman rekreasi seeksotis Selecta, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah terwujud sejak tahun 1981 silam. Taman rekreasi seluas tiga hektare itu diberi nama Loli Indah. ...
Baca Selengkapnya...
Nelayan Tradisional
Siluet perahu nelayan di Tolitoli. Dalam foto sangat indah dilihat, tapi sebenarnya kondisi kehidupan nelayan di Tolitoli dan sebagian besar wilayah Sulteng merupakan ironi di balik citra Sulteng sebagai daerah ...
Baca Selengkapnya...
Gunung Gawalise
Gunung Gawalise, gunung ini dapat terlihat dari semua lokasi di kota Palu. Dengan sedikit awan diatasnya, pemandangan Gunung Gawalise tampak elok dilihat. Selain gunung Gawalise, di Sulawesi Tengah juga terdapat ...
Baca Selengkapnya...
Lempar Koin
Kapal PELNI belum terikat sempurna di dermaga Tolitoli, sementara itu segerombolan anak-anak sedang beradu cepat mengambil koin yang dilempar oleh para penumpang dari atas kapal. Fenomena lempar koin hampir ada ...
Baca Selengkapnya...
Nelayan Tolitoli
Tolitoli berjarak sekitar 439 Km dari Palu. Selain hasil kebun, Tolitoli juga memiliki potensi laut yang menjanjikan. Potensi kelautan di Tolitoli belum dikelola dengan maksimal. Nelayan masih menggunakan cara tangkap ...
Baca Selengkapnya...
Menikmati Indahnya Pulau Lingayan
Menikmati Teluk Palu sambil mancing
Perahu Bagang
Senja di Tanjung Batu, Tolitoli
Kolan Renang dan Pantai Taipa
Kolam renang “Loli Indah”
Nelayan Tradisional
Gunung Gawalise
Lempar Koin
Nelayan Tolitoli

3 Comments on “Air Panas “Harta Karun” Wisata Tolitoli”

  • Hosting Termurah wrote on 9 June, 2010, 13:48

    semoga kapan2 sy juga bisa berkunjung ke tempat ini

  • Kabar Bisnis wrote on 19 February, 2011, 23:54

    Kota kelahiran ane tuh …

  • dian wrote on 17 August, 2011, 6:54

    my one of favorite place.. selalu menyempatkan diri jika berlibur di tolitoli.. :) )

Copyright © 2013 TelukPalu.Com All rights reserved. Powered by Wordpress