Menikmati Indahnya Pulau Lingayan

Bulan malam itu baru menampakkan cahayanya, bertengger di sela-sela pegunungan. Cahayanya menyinari seantero Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, tak terkecuali Pulau Lingayan, sebuah pulau yang eksotis seluas 210 hektare.

Cahaya dewi malam itu ikut menerangi lautan yang tenang dan bening hingga aktivitas nelayan malam di Lingayan tampak jelas dari kejauhan. Demikian pula pulau-pulau kecil di sekeliling pulau Lingayan dan dermaga pendaratan ikan di pulau itu juga ikut terang, semakin menambah keeksotisan pulau terluar di Indonesia itu. “Kalau kami tidak melaut, biasanya kami duduk santai di dermaga ini. Sekadar kumpul atau jalan-jalan malam,” kata Bakhtiar, salah seorang pemuda yang sedang menikmati rembulan di dermaga pendaratan ikan setempat.

Dermaga yang panjangnya lebih dari 200 meter itu, awalnya dibangun untuk pendaratan ikan bagi para nelayan. Tetapi jarang difungsikan karena airnya dangkal. Di malam hari terutama saat bulan terang, dermaga itu berubah fungsi menjadi tempat nongkrong penduduk setempat. “Ada juga yang datang memancing dari atas dermaga,” kata Bakhtiar.

Pulau Lingayan adalah satu dari tiga pulau terluar di Tolitoli. Didiami 64 kepala keluarga dari berbagai suku. Hampir seluruh penduduknya bekerja sebagai nelayan. Pulau ini juga terkenal dengan ikan batunya yang segar.“Ada yang datang ke sini hanya untuk makan ikan segar. Biasanya mereka bakar di pinggir pantai,” kata Bakhtiar.

Pulau terluar Indonesia di Kabupaten Tolitoli ini, memiliki keindahan alam yang eksotis. Butiran pasir pantainya kecil mengilap. Terasa halus disentuh jemari. Pantainya juga belum tercemar limbah rumah tangga atau limbah plastik.

Jika ada limbah plastik seperti botol air mineral yang berserakan, tidak akan bertahan lama. Limbah itu dipungut nelayan setempat untuk dijadikan pelampung pukat atau alat pancing lainnya.

Di sekitar pulau Lingayan, terdapat belasan pulau-pulau kecil. Karena itulah sebelum sampai ke Lingayan, pengunjung akan melihat lebih dulu dua pulau kecil seluas lapangan tenis yang diapit daratan Tolitoli dan Lingayan.

Lekukan tebing pulau itu tampak jelas. Batunya cadas. Di atasnya ditumbuhi pepohonan yang rindang. “Di pulau itu ada gua. Tapi orang tidak berani masuk ke dalam,” kata Bakhtiar menjelaskan. Selain pulau-pulau kecil dan butiran pasirnya yang khas, alam bawah laut Lingayan juga menyimpan keindahan. Aneka ragam karang dan ikan hias laut bisa dijumpai di sini. Bisa dijadikan tempat diving bagi para petualang bawah laut.

Berdasarkan administrasi pemerintahan, Pulau Lingayan masih bagian dari Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, sekitar 200 kilometer arah Selatan ibukota Tolitoli. Untuk menyeberang ke pulau Lingayan cukup dengan menggunakan perahu ketinting dari daratan Ogotua.

Tidak ada perahu sewa, tetapi bisa ikut nelayan jika kebetulan ada yang menyeberang. Waktu tempuhnya kurang dari 30 menit. Jaraknya pun cukup dekat, kurang dari dua kilometer. “Biasanya ada nelayan dari Lingayan ke Ogotua beli beras atau datang mengambil air bersih. Bisa menumpang dengan mereka,” kata Bahtiar.

Lautnya yang teduh dan bersih dari limbah, masyarakat Lingayan sebagian memanfaatkannya untuk budi daya rumput laut. Kadar dan kelembaban air laut di Lingayan cocok untuk rumput laut jenis cottonii. “Ini salah satu hasil rumput laut yang kami kembangkan di sini (Lingayan),” kata Usman, imam masjid di Lingayan sambil menunjuk rumput laut yang tengah dikeringkan di depan rumahnya. Rumput laut di pulau Lingayan terbilang berkualitas. Batangnya besar dan bersih. Tetapi karena dikelola secara konvensional, hasilnya kurang memuaskan. Rumput laut hasil panen nelayan setempat hanya dijemur di atas pasir beralas daun kelapa.

Pulau Lingayan bisa dikelilingi dengan berjalan kaki menyusuri bibir pantainya. Beberapa titik tertentu berbatu. Namun lebih banyak yang berpasir. Deru ombak kecil yang memecah sepanjang pantai menambah keindahan suasana perjalanan mengelilingi pulau terluar di Indonesia itu. Menurut Usman, dalam kondisi tertentu ombak laut lepas yang memecah Lingayan kerap menggunung sehingga cocok untuk kegiatan berselancar.

“Kalau ada yang senang main selancar bisa juga datang ke sini,” katanya. Sepanjang perjalanan mengelilingi pulau itu, pengunjung bisa pula mengintip aktivitas burung Molong (sebutan masyarakat lokal) pada species burung sejenis Maleo yang bertelur di semak-semak. Badan dan ukuran telur Molong kurang lebih sama dengan burung Maleo.

“Burung Molong ini aneh. Setiap bertelur suaranya seperti bayi menangis,” kata Usman menceritakan keanehan burung species sejenis Maleo itu.
Molong biasanya bertelur pada pagi, sore dan siang hari. Burung ini bertelur di pasir di bawah semak-semak yang jauh dari gangguan manusia atau binatang buas lain.

Molong kini menjadi binatang langka karena speciesnya semakin berkurang. Binatang berwarna hitam itu diburuh masyarakat karena daging dan telurnya dimakan. “Untuk menangkap burung ini pemburu biasanya memasang perangkap di jalan tempat keluarnya,” kata Usman.
Melihat keindahan Pulau Lingayan yang menarik itu, baik Usman maupun Bakhtiar berharap pemerintah bisa melirik Pulau Lingayan sebagai salah satu wisata bahari. Selain mendatangkan devisa, wisata juga diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat setempat yang selama ini hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. “Kami berharap perhatian pemerintah untuk melirik Lingayan sebagai salah satu wisata bahari alternatif,” kata keduanya.(antara)

Sumber: http://adhanet.wordpress.com 

Di sini juga tersedia pisang goreng yang bisa dipesan kapan saja. Pisangnya enak, sambelnya pedas. Bisa dicicipi jika lelah berenang. Tidak semua masyarakat di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mengetahui ada air ...
Baca Selengkapnya...
Menikmati Teluk Palu sambil mancing
Mancing adalah aktifitas yang selalu terlihat kala kita melewati pantai di teluk Palu, baik yang dilakukan oleh para nelayan tradisional maupun oleh para pehobby mancing. Jika anda tidak bisa mancing ...
Baca Selengkapnya...
Wisata pantai Teluk Palu
Di Pantai kampung nelayan, kini pengunjung bisa berpetualang air dengan menggunakan "banana boat", dengan membayar 25 ribu/orang kita sudah bisa menikmati serunya berwisata air di kawasan Teluk Palu. Saat hari ...
Baca Selengkapnya...
Perahu Bagang
"Bagang" adalah sebutan untuk tempat penangkapan ikan, pada umumnya berupa pondok-pondok di tengah laut dengan bentangan jaring dibawahnya. Di Tolitoli, sebagian Bagang berupa perahu yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa ...
Baca Selengkapnya...
Senja di Tanjung Batu, Tolitoli
Berikut adalah gambar saat saya menikmati senja di pantai Tanjung Batu, Tolitoli. Pantai yang berada di pinggiran pusat kota Tolitoli ini tak pernah sepi dari pengunjung, terutama di sore dan ...
Baca Selengkapnya...
Graha Tirta Water Zone
Satu diantara beberapa pemandian dan fasilitas permainan air yang ada di Kota Palu adalah Graha Tirta Water Zone. Berlokasi di jalan Karanjalembah No. 55 Palu. Lokasi ini cukup dekat dari ...
Baca Selengkapnya...
Galatama Merpati Balap
Galatama Merpati Balap, ajang tahunan para penggemar merpati balap sedang diselenggarakan di Pantai Talise (dekat ladang garam) dari tanggal 17 s/d 19 Desember 2010. Kejuaraan ini melombakan kelas junior 300 ...
Baca Selengkapnya...
Kolan Renang dan Pantai Taipa
Kolam Renang Taipa berjarak kurang lebih 15 KM dari Kota Palu arah Pantoloan. Kolam ini terletak bersebelahan dengan dermaga Fery Taipa. Pengunjung hanya dipungut Rp. 5.000,- untuk masuk ke Lokasi, ...
Baca Selengkapnya...
Kolam renang “Loli Indah”
Impian Haji Radi (69) membangun taman rekreasi seeksotis Selecta, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah terwujud sejak tahun 1981 silam. Taman rekreasi seluas tiga hektare itu diberi nama Loli Indah. ...
Baca Selengkapnya...
Nelayan Tradisional
Siluet perahu nelayan di Tolitoli. Dalam foto sangat indah dilihat, tapi sebenarnya kondisi kehidupan nelayan di Tolitoli dan sebagian besar wilayah Sulteng merupakan ironi di balik citra Sulteng sebagai daerah ...
Baca Selengkapnya...
Air Panas “Harta Karun” Wisata Tolitoli
Menikmati Teluk Palu sambil mancing
Wisata pantai Teluk Palu
Perahu Bagang
Senja di Tanjung Batu, Tolitoli
Graha Tirta Water Zone
Galatama Merpati Balap
Kolan Renang dan Pantai Taipa
Kolam renang “Loli Indah”
Nelayan Tradisional

Copyright © 2013 TelukPalu.Com All rights reserved. Powered by Wordpress