- Wednesday, June 6, 2012, 15:44
- Budaya, Morowali
Suku Mori dikenal sebagai masyarakat atau penduduk Kerajaan Mori yang wilayahnya terletak di pesisir timur Propinsi Sulawesi Tengah, tepatnya disekitar Teluk Tomori atau yang juga lazim disebut Teluk Tolo (diapit oleh jazirah tenggara dan jazirah timur laut pulau Sulawesi). Kerajaan Mori adalah salah satu kerajaan yang berkembang di Indonesia.
Masyarakat Wita Mori atau Suku Mori merupakan kelompok ...
- Monday, October 17, 2011, 7:54
- Budaya, Galery Foto, Poso
Dua nyonya Belanda berdiri di sebelah salah satu patung di Lembah Bada di tahun 1930-an.
Lembah Bada atau Lembah Napu adalah lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini adalah bagian dari Taman Nasional Lore Lindu.
Lembah yang memiliki hamparan padang rumput yang luas serta panorama alam yang indah. Pada sekitar lembah ...
- Thursday, February 18, 2010, 15:39
- Banggai, Bangkep, Budaya
Foto ini merupakan koleksi khusus yang saya dapatkan dari Mr. D.P Tick, beliau adalah pemerhati budaya nusantara yang berkewarganegaraan Belanda. Beliau juga pendiri lembaga Pusat Dokumentasi Kerajaan-Kerajaan di Indonesia “PUSAKA” yang telah berbaik hati mengirimkan foto dan puluhan lembar dokumen sejarah kerajaan Banggai.
Raja Haji Awaluddin 1925-1940 (berdiri ditengah)...
- Friday, April 4, 2008, 20:08
- Alat Tari Tradisional
Beragam perlatan tari tradidional yang ada di Sulawesi tengah, lebih detail dalam uraian sebagai berikut:.....
14. Tali Bonto
(pengikat)
Bahan: Pelepah sagu atau pelepah enau dan kain serta manik-manik. Bentuk: Pipih dibentuk bulat disesuaikan dengan ukuran kepala.
Cara membuatnya. Mula-mula menyiapkan pelepah atau pelepah sagu, lalu dibersihkan kemudian diiris sepanjang 55 cm sampai 65 cm. Setelah itu bahan tadi dibungkus dengan kain. Pada umumnya ...
- Friday, April 4, 2008, 20:06
- Alat Tari Tradisional
Beragam perlatan tari tradidional yang ada di Sulawesi tengah, lebih detail dalam uraian sebagai berikut:
1. Vidu
Bahan: Kelopak bambu yang berbuluh dan mengkilat yang dalam bahasa Kaili disebut Sayapu nuavo, batang rumput alang-alang manik-manik dan caba, umbut kayu bakau. Bentuk: Menyerupai kepala manusia tetapi mempunyai ekor seperti ekor burung.
Cara membuatnya. Mula-mula mengambil kelopak bambu yang kemudian dibentuk seperti kepala mausia. Pada talinya digantungkan nida yakni hiasan ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:57
- Alat Seni Tradisional
Bahan: Kulit pelepah enau. Tali yang dibuat dari kulit kayu. Bentuk: Pipih dan ada lubang yang berbentuk garpu tala ditengahnya. Ukurannya, panjang ± 15 cm, lebar ± 2 cm. Warna : Coklat seperti warna pelepah enau yang kering.
Cara pembuatan: Memilih bahannya, yakni pelepah enau yang bagus, dan tumbuhan sebangsa nenas (teruntu bahasa Kaili) untuk baha pembuat talinya. Pelepah enau yang telah dipilih tadi, dikeluarkan bagian ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:57
- Alat Seni Tradisional
Bahan: Bulu tuli dan rotan
Bentuk: Berbentuk jepitan atau garpu tala sama seperti Paree.
Warna: Coklat kekuning-kuningan (sama dengan warna bulu yang sudah tua).
Cara pembuatan: Untuk membuat alat kesenian ini diperlukan buluh Tui yang tua lurus dan kualitet yang baik. Satu buah alat kesenian hanya diperlukan satu ruas saja. Bahan lain untuk pembuatan alat ini seutas rotan yang telah diraut. Sebelum dibuat, buluh terlebih dahulu dikeringkan dan ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:56
- Alat Seni Tradisional
Bahan: Bambu, kayu dan rotan. Bentuk: Bulat panjang. Warna: Sama seperti bambu yang kering (kekuning-kuningan). Tidak diketahui secara pasti, mengapa alat ini disebut tadilo, karena beberapa warga tidak mampu menjelaskan apa sebab alat itu disebut tadilo. Yang jelas mereka mampu membuatnya dan dapat memainkannya.
Cara pembuatan: Sebelum membuat alat ini, terlebih dahulu memilih bahan bambu (volo lau), yang lurus tua, dan ruasnya agak panjang. Bambu dipotong ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:55
- Alat Seni Tradisional
Bahan: Bambu kayu dan rotan. Bentuk: Bulat panjang (bentuk bambu). Warna: Sama dengan warna bambu yang kering.
Cara pembuatannya: Sebelum alat kesenian Santu ini dibuat terlebih dahulu memilih bambu yang berkualitas baik (Volo lau bahasa Kaili), dan batang yang tua lagi tebal. Bambu pilihan itu dipotong seruas-seruas dengan panjang ± 45 cm garis menengahnya ± 8 cm, dan buku-buku ruasnya pada kedua ujung tidak dikeluarkan sehingga ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:55
- Alat Seni Tradisional
Bahan: Kayu, kulit, rotan bulat, paku. Warna: Coklat kekuning-kuningan. Rabana adalah sama dengan Rebana, sebab bila melihat bentuknya dan cara memainkannya sama. Vokal "e" pada kata rebana oleh orang di Tanah Kaili disuarakan/ dibunyikan dengan "a", hal ini terjadi sebab walaupun bahasa Kaili bersifat Vokalis, namun bunyi "e" agak kurang digunakan, kecuali bunyi "e" pada kata ledo, nemo atau dalam bahasa Indonesia kata nenek Sepeda. ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:54
- Alat Seni Tradisional
Alat Kesenian ini dinamakan puree, sebab bilamana dimainkan berbunyi re.... re..... re.
Bahannya: buluh tui dan rotan.
Bentuknya: Alat ini berbentuk seperti jepitan atau seperti garpu tala.
Warna: Kecoklat-coklatan, sesuai dengan warna bambu yang sudah kering.
Cara pembuatan
Sebelum dilaksanakan pembuatan alat ini terlebih dahulu diadakan pemilihan bahan, berupa buluh Tui yang telah tua, lurus dan berkualitet bagus serta memilih jenis rotan yang baik untuk dianyam. Buluh Tui yang merupakan ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:53
- Alat Seni Tradisional
Bahan: Buluh Tuli dan rotan. Bentuk: Bulat panjang seperti suling. Warna: Coklat kekuning-kuningan
Cara Pembuatan: Sebelum membuat alat kesenian ini, terlebih dahulu pemilihan bahannya, yakni buluh tui yang tua dan lurus. Dipotong-potong sepanjang ± 30 cm dengan garis tengah ± 1 - 1 1/2 cm. Tidak ada upacara waktu mengambil buluh. Buluh yang telah dipotong tadi, pada ujung yang ada bukunya disayat sehingga ada lubang sayatan ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:53
- Alat Seni Tradisional
Bahan: Kayu, kulit kambing, rotan. Bentuk: Seperti gambar (bulat panjang). Warna: Kayunya agak abu-abu, kulit kambing kekuning-kuningan. Kata marawasi sebenarnya sebenarnya berasal dari marwas seperti yang dikenal oleh banyak orang, tetapi bahasa orang di Tanah Kaili yang sifatnya vokalis maka nama alat marwas, disebut menjadi marwasi.
Cara membuatnya
Terlebih dahulu memilih bahan, yaitu dicari kayu bulat yang tengahnya berlubang yakni kayu vanau (bahasa Kaili) atau kayu nangka ...
- Sunday, March 2, 2008, 19:52
- Alat Seni Tradisional
Alat kesenian lalove berfungsi sebagai alat pengiring tari tradisional disamping alat lain seperti gendang. Tari tradisional ini dalam bahasa daerahnya di sebut balia, yang terdiri dari beberapa jenis. Pada mulanya lalove ini tidak sembarang ditiup, sebab bagi orang-orang yang biasa kerasukan roh mendengarnya maka dengan spontanitas orang tersebut akan kerasukan. Itulah sebabnya lalove tersebut tidak sembarang orang yang meniupnya, rebatas pada orang-orang ...