< Browse > Home / Archive by category 'Budaya / Suku Pamona'

| Mobile | RSS


Mongkariang

July 12th, 2007 6:32 pm | Komentar | Suku Pamona |

Adapun maksud dari pelaksanaan upacara mongkariang adalah untuk menghormati seseorang yang telah meninggal dunia, maka diperlukan adanya suatu penjagaan secara bergantian yang dilakukan oleh seluruh pihak keluarga yang terlibat dalam upacara ini, sampai batas waktu yang telah ditentukan. untuk dikuburkan. Dengan tujuan agar pihak keluarga yang berduka cita diharapkan, hadir pada saat upacara penguburan dilaksanakan, [...]

Mompolomoasi Tau Malua Nokoasa

July 12th, 2007 6:31 pm | Komentar | Suku Pamona |

Upacara tradisional yang dilakukan pada saat seseorang menjelang masa kematiannya disebut Mompolomoasi Tau Malua Nokoasa (menyelamatkan orang sakit menjelang saat kematiannya). Upacara ini merupakan awal pelaksanaan upacara kematian bagi seseorang yang menghadapi sakaratul maut di mana orang tersebut didoakan atau diobati agar roh atau jiwa si sakit yang dalam sekarat dapat dikembalikan ke dalam tubuhnya, [...]

Mompemate

July 12th, 2007 6:30 pm | Komentar | Suku Pamona |

Upacara Mompemate (Penguburan), atau sering disebut juga “Upacara Penyimpanan Mayat” (Ndatabe). Upacara Ndatabe adalah penyimpanan jenazah pada tambea (tempat penyimpanan jenazah) sampai menjadi tulang belulang yang bersih yang letaknya agak jauh terpisah dari penduduk. Bila jenazah tersebut tinggal tulang belulang diadakan upacara Mompemate (memindahkan tulang belutang tersebut ke gua-gua).

Maksud dan Tujuan Upacara
Maksud daripada penyelenggaraan upacara [...]

Mogave/Pesta Besar

July 12th, 2007 6:29 pm | Komentar | Suku Pamona |

Upacara Mogave adalah salah satu rangkaian upacara pemindahan tulang-tulang jenazah itu dipindahkan pada satu tempat yang tertentu, seperti pada gua-gua, lubang-lubang batu, untuk selama-lamanya. Untuk itulah sebagai kelanjutan upacara ini adalah upacara pesta besar buat orang mati (mogave). Upacara ini disebut pesta buat orang mati, karena masing-masing jenazah yang telah dikuburkan kemudian dikumpulkan tulang-tulangnya untuk [...]

Moana (Upacara Kelahiran/Masa Bayi)

July 12th, 2007 6:28 pm | Komentar | Suku Pamona |

Upacara ini di dalamnya terdiri atas beberapa upacara yang berangkaian, yaitu upacara pemotongan tumbuni (plancenta), perawatan placenta, bayi naik ayunan, dan anak mulai menginjak tanah. Upacara moana ini masih merupakan rangkaian proses pelaksanaan dari upacara Katiana.

Maksud Penyelenggaraan Upacara
Upacara Moana ini dimaksudkan adalah untuk keselamatan baik bagi bayi maupun ibu dan keluarganya. Dan lebih daripada itu [...]

Meloa

July 1st, 2007 6:05 pm | Komentar | Suku Pamona |

Upacara sesudah penguburan disebut Meloa (membesuk, berkunjung ke tempat penyimpanan tulang). Maksud dan Tujuan Upacara: Upacara meloa diadakan dengan maksud untuk memberi doa kepada orang mati, agar selama dalam perjalanannya menuju ke dunia mati, dapat selamat dan rohnya diterima oleh Pueng Lamoa, di samping sebagai tanda pernyataan cinta kasih dari sanak keluarga/isteri/suami yang telah ditinggalkan.

Tujuan [...]

Maasa (Upacara potong gigi/meratakan gigi)

July 1st, 2007 6:01 pm | Komentar | Suku Pamona |

Upacara menjelang dewasa pada suku bangsa Pamona dikenal dengan nama Maasa (upacara potong gigi atau upacara meratakan gigi) baik untuk laki-laki maupun untuk perempuan. Upacara ini dilakukan bagi anak-anak yang berumur antara 12 sampai dengan 16 tahun.

Maksud Penyelenggaraan Upacara
Maksud dari upacara Maasa ini adalah mengantar sang anak yang menjelang dewasa ke alam kedewasaan, agar di [...]

Katiana

July 1st, 2007 6:00 pm | Komentar | Suku Pamona |

Upacara masa hamil pada suku bangsa Pamona ini dalam bahasa daerahnya disebut “Katiana”, yaitu upacara selamatan kandungan pada masa hamil yang pertama dari suatu perkawinan seorang ibu. Upacara Katiana ini biasanya dilakukan apabila kandungan itu sudah berumur 6 atau 7 bulan, di mana kandungan dalam perut sang ibu sudah mulai nampak.

Maksud Penyelenggaraan Upacara Maksud utama [...]



ru_000056ru_000016