<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TelukPalu.Com &#187; Galery Foto</title>
	<atom:link href="http://telukpalu.com/category/galery-foto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://telukpalu.com</link>
	<description>Info Seputar Teluk Palu dan Wisata Sulawesi Tengah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 02:16:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Malam Tahun Baru</title>
		<link>http://telukpalu.com/2012/01/malam-tahun-baru/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2012/01/malam-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 02:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Palu 4]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1897</guid>
		<description><![CDATA[Malam tahun baru di Palu berlangsung aman dan meriah. Titik-titik hiburan dipenuhi masyarakat yang antusias menanti detik-detik pergantian tahun. Diantara lokasi hiburan adalah di lapangan Walikota Palu yang dimeriahkan dengan kedatangan Group Band dari Ibu Kota. Konsentrasi warga Palu terpusat di pantai, mulai dari Pantai kampung Nelayan, Pantai Talise, hingga Pantai Taman Ria. Bentangan pantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1898" title="2012_watulemo" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2012/01/2012_watulemo.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p>
<p>Malam tahun baru di Palu berlangsung aman dan meriah. Titik-titik hiburan dipenuhi masyarakat yang antusias menanti detik-detik pergantian tahun. Diantara lokasi hiburan adalah di lapangan Walikota Palu yang dimeriahkan dengan kedatangan Group Band dari Ibu Kota.</p>
<p>Konsentrasi warga Palu terpusat di pantai, mulai dari Pantai kampung Nelayan, Pantai Talise, hingga Pantai Taman Ria. Bentangan pantai sepanjang kurang lebih 5 Kilometer ini dipadati oleh warga Palu. Menjelang menit pergantian tahun, letusan petasan dan aneka kembang api sudah mulai disulut, membuat pantai seperti deretan cahaya petasan yang tak putus-putus. Pemandangan semakin indah dengan kilauan air laut yang memantulkan cahaya-cahaya tersebut. Ayoo datang ke Palu&#8230;&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1899" title="2012_talise1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2012/01/2012_talise1.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1900" title="2012_talise2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2012/01/2012_talise2.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2012/01/malam-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perahu Bagang</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/12/perahu-bagang/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/12/perahu-bagang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Tolitoli]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1892</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bagang&#8221; adalah sebutan untuk tempat penangkapan ikan, pada umumnya berupa pondok-pondok di tengah laut dengan bentangan jaring dibawahnya. Di Tolitoli, sebagian Bagang berupa perahu yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa berfungsi layaknya bagang yang permanen  terpasang di tengah laut. Cara menggunakannya adalah dengan memasang jaring dimalam hari dengan dibantu lampu-lampu yang sangat terang untuk memancing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1893" title="perahu_bagang_ikan1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/12/perahu_bagang_ikan1.jpg" alt="" width="550" height="366" /><br />
&#8220;Bagang&#8221; adalah sebutan untuk tempat penangkapan ikan, pada umumnya berupa pondok-pondok di tengah laut dengan bentangan jaring dibawahnya. Di Tolitoli, sebagian Bagang berupa perahu yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa berfungsi layaknya bagang yang permanen  terpasang di tengah laut.</p>
<p>Cara menggunakannya adalah dengan memasang jaring dimalam hari dengan dibantu lampu-lampu yang sangat terang untuk memancing ikan agar berkumpul dan &#8220;bermain&#8221; dibabawah bagang. Saat banyak ikan terkumpul barulah jaring di tarik ke atas dan iklanpun terperangkap.</p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://telukpalu.com/wp-content/gallery/tolitoli/perahu_bagang_ikan2.jpg" alt="perahu_bagang_ikan2" /></p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://telukpalu.com/wp-content/gallery/tolitoli/perahu_bagang_ikan3.jpg" alt="perahu_bagang_ikan3" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/12/perahu-bagang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senja di Tanjung Batu, Tolitoli</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/12/senja-di-tanjung-batu-tolitoli/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/12/senja-di-tanjung-batu-tolitoli/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 14:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Tolitoli]]></category>
		<category><![CDATA[Sunrise & Sunset]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah gambar saat saya menikmati senja di pantai Tanjung Batu, Tolitoli. Pantai yang berada di pinggiran pusat kota Tolitoli ini tak pernah sepi dari pengunjung, terutama di sore dan malam hari. Saat pagi tiba, pantai ini juga di ramaikan oleh penjual ikan yang baru turun dari kapal-kapal nelayan. Kabupaten Tolitoli berjarak kurang lebih 450 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/12/sunset_tolitoli_dermaga_tanjungbatu.jpg" alt="" title="sunset_tolitoli_dermaga_tanjungbatu" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1889" /><br />
Berikut adalah gambar saat saya menikmati senja di pantai Tanjung Batu, Tolitoli. Pantai yang berada di pinggiran pusat kota Tolitoli ini tak pernah sepi dari pengunjung, terutama di sore dan malam hari. Saat pagi tiba, pantai ini juga di ramaikan oleh penjual ikan yang baru turun dari kapal-kapal nelayan.</p>
<p>Kabupaten Tolitoli berjarak kurang lebih 450 Kilometer dari Palu, jarak tersebut bisa ditempuh kurang lebih 10 jam dari Palu dengan perjalanan darat dengan tarif hanya 150 ribu Rupiah.</p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://telukpalu.com/wp-content/gallery/tolitoli/sunset_tolitoli_perahu.jpg" alt="sunset_tolitoli_perahu" /></p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://telukpalu.com/wp-content/gallery/tolitoli/sunset_tolitoli_rumahapung.jpg" alt="sunset_tolitoli_rumahapung" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/12/senja-di-tanjung-batu-tolitoli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ceria di Pantai Teluk Palu</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/11/ceria-di-pantai-teluk-palu/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/11/ceria-di-pantai-teluk-palu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 06:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1881</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu pagi,&#8230; seperti biasanya, pantai di Teluk Palu tidak pernah sepi dari pengunjung. Pantai dari kawasan Taman Ria sampai dengan kawasan Tanah Runtuh, sepanjang kurang lebih 4 kilo meter selalu ramai oleh warga Palu. Muda-mudi, orang tua dan anak-anak membaur di pantai. Pagi itu kami menjemput rekan yang semalaman mancing di Teluk Palu, begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/11/telukpalu_minggu11.jpg" alt="" title="telukpalu_minggu1" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1882" /></p>
<p>Hari minggu pagi,&#8230; seperti biasanya, pantai di Teluk Palu tidak pernah sepi dari pengunjung. Pantai dari kawasan Taman Ria sampai dengan kawasan Tanah Runtuh, sepanjang kurang lebih 4 kilo meter selalu ramai oleh warga Palu. Muda-mudi, orang tua dan anak-anak membaur di pantai.</p>
<p>Pagi itu kami menjemput rekan yang semalaman mancing di Teluk Palu, begitu perahu kecilnya mendarat, kami bersama-sama mendorongnya keatas pantai. Masil memancingnya tidak mengecewakan, beberapa ikan katombo, rumah-rumah dan ikan batu berhasil dia dapat. &#8220;Lumayan buat lauk anak-anak dirumah&#8230;.&#8221; begitu ucap rekan saya tersebut.</p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://telukpalu.com/wp-content/gallery/kota-palu/telukpalu_minggu2.jpg" alt="telukpalu_minggu3" /></p>
<p><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://telukpalu.com/wp-content/gallery/kota-palu/telukpalu_minggu3.jpg" alt="telukpalu_minggu3" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/11/ceria-di-pantai-teluk-palu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Bomba tandamata dari Palu</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/11/batik-bomba-tandamata-dari-palu/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/11/batik-bomba-tandamata-dari-palu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 11:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1859</guid>
		<description><![CDATA[Ahdin, seorang pengrajin batik Bomba khas Kota Palu, hampir tidak pernah ketinggalan ikut meramaikan setiap pameran yang dilaksanakan di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dan luar daerah. Setiap momen pameran, Ahdin memboyong puluhan motif batik hasil karya pria bujangan itu. Tidak hanya di Palu, tapi Ahdin juga kadang memenuhi undangan pameran kerajinan di sejumlah daerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1860" title="batik_bomba" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/11/batik_bomba.jpg" alt="" width="553" height="384" />Ahdin, seorang pengrajin batik Bomba khas Kota Palu, hampir tidak pernah ketinggalan ikut meramaikan setiap pameran yang dilaksanakan di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dan luar daerah.</p>
<p>Setiap momen pameran, Ahdin memboyong puluhan motif batik hasil karya pria bujangan itu. Tidak hanya di Palu, tapi Ahdin juga kadang memenuhi undangan pameran kerajinan di sejumlah daerah mewakili Sulawesi Tengah. Semuanya dilakukan agar kerajinan batik asal tanah Kaili itu juga dikenal luas di tengah masyarakat.</p>
<p>Ahdin mendirikan usaha batik di Jalan Lekatu Tavanjuka, Kecamatan Palu Selatan, sekitar tahun 2008 lalu. Ia kini memperkerjakan sembilan orang karyawan. Menurut Ahdin, masih banyak pencari kerja yang berminat bekerja di tempatnya hanya saja dirinya belum berkeinginan menambah tenaga kerja.</p>
<p>Sejak industri kerajinan batik Bomba menemukan teknologi pewarnaan berkualitas baik pada 2008, batik khas Kota Palu itu dari waktu ke waktu kian digemari masyarakat di daerah itu maupun tamu-tamu yang datang dari luar daerah.</p>
<p>&#8220;Minat masyarakat kelihatannya semakin bagus. Omzet penjualan setiap bulan mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu banyak,&#8221; kata Ahdin.</p>
<p>Dari usaha batiknya itu, setiap bulannya Ahdin meraup omzet antara Rp4 juta hingga Rp5 juta perbulan. Jika ada pameran, omzetnya jauh lebih banyak, tergantung dari berapa lama pameran itu digelar.</p>
<p>&#8220;Peminatnya tidak saja dari kalangan pegawai negeri sipil atau pengusaha tapi juga masyarakat umum lainnya,&#8221; kata Ahdin.</p>
<p>Pameran kerajinan industri lokal yang berlangsung di Pasar Tradisional Modern Tavanjuka belum lama ini, misalnya, Ahdin berhasil membukukan pembelian Rp3 juta.</p>
<p>Motif paling banyak disenangi konsumen adalah bunga cengkeh dan &#8220;sambulugana&#8221;. &#8220;Sambulugana&#8221; adalah satu paket tumbuhan antara lain pinang dan siri. &#8220;Sambulugana&#8221; biasanya sebagai pelengkap adat peminangan bagi masyarakat Kaili di Palu. Peminangan dianggap kurang lengkap rasanya jika tidak ada &#8220;sambulugana&#8221;.</p>
<p>Ahdin mengatakan, saat ini usahanya sudah menyediakan 30 motif batik yang sebagian besar diambil dari nilai-nilai kebudayaan lokal dan khas seperti &#8220;sambulugana&#8221; dan rumah adat (souraja), tai ganja, motif burung maleo, motif bunga merayap, motif resplang, motif ventilasi dan motif ukiran rumah adat Kaili.</p>
<p>Sementara jenis kainnya masih diambil dari pekalongan seperti jenis kain dobi, primis cap kereta dan simboris.</p>
<p>&#8220;Sekarang ini primis cap kereta paling mahal. Rp200 ribu untuk satu baju,&#8221; kata Ahdin.</p>
<p>Untuk bahan kain batik, Ahdin masih terkendala dengan waktu pengiriman. Barang yang dipesan biasanya baru sampai ditujuan dua hingga tiga pekan.</p>
<p>&#8220;Kalau yang lain tidak ada kendala, hanya kendala pengiriman barang saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Ahdin mengatakan, batik bomba tidak saja digemari masyarakat lokal, tetapi tamu-tamu dari pulau Jawa sekalipun sudah menyukai batik produksi Palu. Soal kwalitas kata dia, batik Bomba tidak kalah dengan batik dari pulau Jawa.</p>
<p>&#8220;Kualitas dijamin tidak luntur,&#8221; katanya.</p>
<p>Ahdin mengatakan, alat cetakan batik miliknya masih sederhana. Sekali membantik kata dia, hanya mampu memproduksi dua meter. Dirinya berencana mengembangkan usaha tersebut, namun masih terkendala modal.</p>
<p>Selama ini kata dia pemerintah daerah sudah banyak membantu antara lain bantuan kain, obat-obatan, dan peralatan membatik.</p>
<p>Ahdin mengatakan, Bank Indonesia termasuk salah satu bank yang ikut mendorong majunya industri batik di daerah ini. Ia berharap pemerintah terus berusaha membuka akses pasar sehingga batik bomba mentradisi di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p><strong>Cinderamata</strong></p>
<p>Pengrajin batik Bomba tidak saja Ahdin seorang diri, namun sudah berdiri sekitar lima pengrajin yang sama. Bangkitnya pengrajin batik tersebut setelah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tengah bekerjasama pemerintah daerah setempat mendatangkan instruktur batik dari Pekalongan pada Agustus 2008. Saat itulah semangat para pembatik di daerah ini tumbuh karena sudah menemukan teknologi pewarnaan yang tidak luntur.</p>
<p>Wakil Wali Kota Palu, Mulhanan Tombolotutu mengatakan, batik Bomba kini sudah menjadi salah satu ikon kerajinan Kota Palu selain dari bawang goreng.</p>
<p>&#8220;Batik Bomba sudah menjadi cinderamata bagi setiap tamu yang datang ke Palu,&#8221; kata Mulhanan.</p>
<p>Menurut Mulhanan, pemerintah akan terus mempopulerkan batik Bomba sebagai batik khas Kota Palu sehingga melekat di setiap kepala masyarakat bahwa batik Bomba layak dan pantas dijadikan tandamata kepada siapa saja yang datang ke daerah ini.</p>
<p>Mulhanan mencatat, intensitas penumpang datang dan berangkat melalui bandara Mutiara Palu yang sudah berkisar 2.000 orang setiap harinya akan memberi ruang pasar yang besar terhadap batik Bomba tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau separuh dari penumpang itu membeli batik Bomba sebagai cinderamata, tentu ini akan sangat membantu pengrajin kita. Pasarnya akan tumbuh,&#8221; katanya.</p>
<p>Mulhanan optimistis batik Bomba akan membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku di bidangnya karena batik Bomba kini sudah cukup dikenal luas di kalangan masyarakat setempat.</p>
<p>Dia mengatakan kualitas industri ini tidak kalah dengan produk batik lainnya dari pulau Jawa karena para pengrajin selalu melakukan perbaikan mutu produksinya baik dari sisi motif maupun warnanya.</p>
<p>&#8220;Produksi batik asal Palu ini dijamin tidak luntur lagi setelah kita menemukan teknologi pewarnaan yang berkualitas tinggi,&#8221; kata Mulhanan.</p>
<p>Berbagai upaya telah dilakukan agar batik ini merakyat di tengah masyarakat. Pemerintah provinsi bahkan telah mengeluarkan edaran penggunaan batik pada hari tertentu kepada seluruh pegawai negeri sipil di kabupaten/kota.</p>
<p>Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Sulawesi Tengah, Muh Hajir Hadde mengatakan, bisnis batik bomba cenderung membaik karena mulai tingginya permintaan.</p>
<p>&#8220;Batik bomba ini sudah cukup berkembang. Sekarang pengrajin kita yang ada dalam binaan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) dan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, sempat kewalahan melayani permintaan karena pesanan sudah sampai ke 11 kabupaten/kota di Sulteng,&#8221; kata Hajir.</p>
<p>Hajir mengatakan tingginya permintaan tersebut karena didukung kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah, yang menginstruksikan kepada seluruh pegawai negeri dan sekolah agar mengenakan batik Bomba sebagai pakaian seragam dinas. Selain itu, pemerintah juga terus mengkampanyekan cinta batik bomba melalui berbagai kegiatan seperti fashion show dan ajang pameran produk lainnya.</p>
<p>&#8220;Kita sudah beberapa kali ikut pameran di Bali dan Jawa. &#8220;Fashion show&#8221; sudah beberapa kali dilaksanakan di Palu. Semuanya dilakukan untuk memperkenalkan batik Bomba,&#8221; kata Hajir.</p>
<p>(A055) Editor: Ella Syafputri<br />
Sumber: antaranews.com<br />
Gambar: seruu.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/11/batik-bomba-tandamata-dari-palu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lembah Bada</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/10/lembah-bada/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/10/lembah-bada/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 23:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Poso]]></category>
		<category><![CDATA[Megalith Lembah Napu]]></category>
		<category><![CDATA[Suaka Margasatwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1852</guid>
		<description><![CDATA[Dua nyonya Belanda berdiri di sebelah salah satu patung di Lembah Bada di tahun 1930-an. Lembah Bada atau Lembah Napu adalah lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini adalah bagian dari Taman Nasional Lore Lindu. Lembah yang memiliki hamparan padang rumput yang luas serta panorama alam yang indah. Pada sekitar lembah terdapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1853" title="lembah_napu_bada" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/10/lembah_napu_bada.jpg" alt="" width="425" height="600" /></p>
<p style="text-align: center;"><em>Dua nyonya Belanda berdiri di sebelah salah satu patung di Lembah Bada di tahun 1930-an</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Lembah Bada atau Lembah Napu adalah lembah yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Lembah ini adalah bagian dari Taman Nasional Lore Lindu.</p>
<p>Lembah yang memiliki hamparan padang rumput yang luas serta panorama alam yang indah. Pada sekitar lembah terdapat banyak Patung Megalith diperkirakan didirikan di abad ke-14 dan merupakan peninggalan benda purbakala. Patung Megalith adalah merupakan patung yang langka di dunia karena hanya terdapat di Napu, Besoa, Bada dan di Amerika Latin (marquies Island).</p>
<p>Patung ini manyak memuat misteri tentang kejayaan Suku Napu, Besoa dan Bada pada zaman dahulu kala, sehingga menarik minat para ilmuwan dan wisatawan untuk datang berkunjung sekaligus melakukan penelitian. Jarak Lembah Bada 145 KM dari Kota Poso, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan Jeep dan dilanjutkan dengan berjalan kaki (trekking) ke Lembah Besoa dan Bada.</p>
<p>Disepanjang jalan kita akan menyaksikan keindahan hutan tropis sehingga merupakan suatu objek wisata yang menarik bagi para wisatawan. Selain menggunakan jeep, dapat juga dengan menggunakan penerbangan MAF yang secara reguler dapat melayani rute perjalanan dari tentena – bada dan selanjutnya dengan berjalan kaki untuk sampai ke Besoa dan Napu. Fasilitas yang tersedia antara lain adalah Losmen dan Home Stay.</p>
<p>Foto: http://id.wikipedia.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/10/lembah-bada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tenun Donggala</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/10/tenun-donggala/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/10/tenun-donggala/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 23:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Donggala]]></category>
		<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Sulawesi Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1847</guid>
		<description><![CDATA[Banyak tokoh nasional hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengenakan kemeja terbuat kain tenun Donggala saat berkunjung ke Sulawesi Tengah. Itu membuktikan bahwa kain tradisional dari Kabupaten Donggala itu telah dikenal secara nasional meski namanya tidak seharum batik yang telah ditetapkan menjadi kain busana nasional. Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ny Herawati Boediono [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1848" title="proses_tenun_donggala1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/10/proses_tenun_donggala1.jpg" alt="" width="570" height="428" />Banyak tokoh nasional hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengenakan kemeja terbuat kain tenun Donggala saat berkunjung ke Sulawesi Tengah.</p>
<p>Itu membuktikan bahwa kain tradisional dari Kabupaten Donggala itu telah dikenal secara nasional meski namanya tidak seharum batik yang telah ditetapkan menjadi kain busana nasional.</p>
<p>Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ny Herawati Boediono saat berkunjung ke Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi Tengah, April 2010, juga memuji keindahan kain tenun Donggala.</p>
<p>Ny Herawati Boediono saat melihat proses pembuatan tenun Donggala mengaku prosesnya terbilang rumit.</p>
<p>Ia berharap kain tenun Donggala dapat dijaga keberadaannya sebagai salah satu simbol kebudayaan Sulawesi Tengah.</p>
<p>Kain tenun Donggala telah ada sejak ratusan tahun silam. Kain yang dibuat dari mesin tenun sederhana itu memiliki motif beragam, antara lain motif bunga mawar, bunga anyelir, buya bomba subi kumbaja, bunga subi, kombinasi bunga subi dan bomba, buya bomba, dan buya subi kumbaja.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1849" title="proses_tenun_donggala2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/10/proses_tenun_donggala2.jpg" alt="" width="570" height="428" /></p>
<p>Nursalim, seorang pengrajin tenun asal Desa Watusampu, Kabupaten Donggala, mengatakan dahulu, kain atau sarung Donggala hanya boleh dikenakan pada acara perkawinan, sunatan dan upacara-upacara adat.</p>
<p>Bahkan, pada motif-motif tertentu seperti palaekat hanya boleh dikenakan raja atau kaum bangsawan.</p>
<p>Seiring perkembangan zaman, kain tenun Donggala banyak dimiliki oleh masyarakat umum dalam berbagai kesempatan resmi.</p>
<p>Untuk melestarikan kain tradisional ini, Pemerintah Kabupaten Donggala telah memiliki hak paten kain tenun Donggala.</p>
<p>Bahkan para pegawai negeri sipil (PNS) di kabupaten tertua di Sulawesi Tengah itu juga diwajibkan memakai tenun Donggala setiap akhir pekan.</p>
<p>Sejumlah tempat di kabupaten Donggala menjadi pusat pengrajin kain tersebut, seperti Desa Towale dan Watusampu di Kecamatan Banawa yang berjarak 40 kilometer dari Kota Palu.</p>
<p>Di pusat pengrajin itu terdapat ibu-ibu rumah tangga sedang menenun kain dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) terbuat dari kayu berukuran 2 x 1 meter.</p>
<p>ATBM itu dipenuhi dengan lilitan benang aneka warba. Cara menggerakkannya pun dilakukan dengan kaki yang menginjak pedal-pedal dari kayu, layaknya sedang mengayuh pedal mesin jahit.</p>
<p>Alat itu juga menggunakan sisir besi yang ada sejak turun-temurun.</p>
<p>Selain kain tenun Donggala, para penenun juga menghasilkan sarung Donggala dengan panjang dua meter dan lebar 60 centimeter.</p>
<p>Rata-rata para pengrajin itu membuat kain tenun dengan panjang mencapai empat meter.</p>
<p>Di Kota Palu juga terdapat pengrajin kain tenun Donggala yang sebagian besar berada di Jalan Mangga, Kecamatan Palu Barat.</p>
<p>Hadi, pedagang kain tenun Donggala, di Kota Palu mengatakan masyarakat minat masyarakat bertambah karena coraknya yang makin beragam.</p>
<p>&#8220;Kami berupaya selalu membuat motif tenun yang beragam sehingga konsumen terus menyukainya,&#8221; kata Hadi yang juga memiliki toko di Jalan Mangga.</p>
<p>Hadi yang juga pembuat kain tradisional ini mengatakan corak kain tenun Donggala sebelumnya kurang beragam sehingga kurang mendapat tempat di hati calon konsumen.</p>
<p>Menurutnya, kain tenun Donggala harus dilestarikan agar tetap ada dan dibanggakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah.</p>
<p>&#8220;Meski banyak motif modern yang penting tidak meninggalkan kesan tradisionalnya,&#8221; kata Hadi yang mendapat ilmu membuat kain tenun Donggala dari kedua orangtuanya.</p>
<p>Ia menyebutkan harga kain tenun Donggala beragam, mulai Rp300.000,00 hingga Rp700.000,00 tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.</p>
<p>Satu lembar kain Donggala bisa dibuat selama satu bulan. Jika motifnya sulit, bisa membutuhkan pengerjaan selama hingga dua bulan.</p>
<p>Hadi sendiri mengaku sudah menjadi pengrajin kain tenun Donggala sejak 1982. Dia meneruskan usaha orangtuanya.</p>
<p>Hadi mengaku, kainnya terjual sebanyak enam hingga delapan lembar per bulan kepada pembeli yang biasanya berasal dari luar kota.</p>
<p>Kain tenun Donggala sering dipamerkan dalam ajang promosi baik di kota-kota besar di Indonesia hingga ke luar negeri.</p>
<p>Pemerintah Sulawesi Tengah sendiri menjadikan kain tenun Donggala sebagai salah satu suvenir wajib untuk tamu pemerintahan, seperti menteri, gubernur hingga Presiden SBY pernah mendapat hadiah kain tenun Donggala.</p>
<p>Khas Sulawesi Tengah</p>
<p>Di Sulawesi Tengah sendiri terdapat sejumlah kain tradisional yang juga menjadi warisan budaya dan bisa menjadi cindera mata istimewa.</p>
<p>Kain tradisonal itu, antara lain batik bomba, kain kulit kayu, dan kain adat Mbesa yang terbuat dari serat buah nanas.</p>
<p>Batik Bomba adalah kain khas Kota Palu. Batik ini memiliki beragam motif. Motif paling banyak disenangi konsumen adalah bunga cengkeh dan sambulugana.</p>
<p>Sementara kain kulit kayu berasal dari Kabupaten Sigi itu terbuat dari kulit pohon Beringin (ficus benjamina) dan pohon Malo (ficus sp).</p>
<p>Kulit kayu sepanjang sekitar 1,5 meter dan lebar 10 centimeter itu dipukul-pukul dengan alat pemukul yang dalam bahasa setempat disebut batu ike secara merata di atas papan kayu.</p>
<p>Setelah mencapai lebar yang diinginkan, kain tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. &#8220;Kalau kena sinar matahari langsung, maka akan cepat rusak,&#8221; kata Farida, pengrajin kain kulit kayu asal Desa Pandere, Kabupaten Sigi.</p>
<p>Kain kulit kayu biasanya dibuat baju lengan pendek, celana pendek, serta penutup kepala.</p>
<p>Pakaian kulit kayu itu pada umumnya berwarna coklat, sesuai aslinya, dan tidak bermotif. Sebagian lainnya berwarna hitam karena direndam lumpur hitam selama beberapa hari.</p>
<p>Farida mengatakan, kain kulit kayu 2&#215;1 meter dihargai Rp200 ribu, sedangkan pakaian yang sudah jadi dihargai Rp100 ribu.</p>
<p>Kain itu tidak diperuntukkan untuk busana sehari-hari, hanya untuk upacara adat dan menyambut tamu.</p>
<p>Selanjutnya, kain Mbesa yang terbuat dari serat buah nanas. Kain ini biasanya bermotif orang-orangan dan tumpal.</p>
<p>Kain yang berasal dari Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, ini dieruntukkan acara adat seperti upacara tanggal gigi dan upacara menyambut kelahiran anak.</p>
<p>Dari beragam kain tradisional itu, kain tenun seolah menjadi primadona bagi para pencari oleh-oleh dari Sulawesi Tengah.</p>
<p>Pemerintah Sulawesi Tengah sendiri terus berupaya untuk meningkatkan pengenalan dan pemasaran kain tenun Donggala di tengah gempuran batik yang tidak pernah surut.</p>
<p>Bahkan kain batik sangat mudah ditemui di pelosok-pelosok daerah di provinsi ini, harganya pun lebih murah. Selembar kain tenun Donggala bisa untuk membeli 10 lembar kain batik.</p>
<p>Ini harus dipikirkan pemerintah setempat jika kain tenun Donggala ingin dikenal secara nasional atau internasional, seperti batik. Selamat Hari batik nasional. (Oleh Riski Maruto, <a href="http://www.kompas.com">www.kompas.com</a>) &#8211; Foto: <a href="http://detik.travel/readfoto/2010/12/10/092512/1515496/1026/4/kain-tenun-donggala">www.detik.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/10/tenun-donggala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5.460 Siswa Kota Palu Ciptakan Rekor MuRI dan Dunia</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/09/5-460-siswa-kota-palu-ciptakan-rekor-muri-dan-dunia/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/09/5-460-siswa-kota-palu-ciptakan-rekor-muri-dan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 05:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1843</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 5.460 siswa dari 300 sekolah menampilkan tari tradisional Pomonte dalam acara puncak peringatan ulang tahun ke-33 Kota Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (27/9). Penampilan itu tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI) sebagai tarian dengan jumlah penari terbanyak. Selain itu, aksi itu juga tercatat dalam rekor dunia dengan nomor urut 5085. Pomonte merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1844" title="tari_pamonte" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/09/tari_pamonte.jpg" alt="" width="600" height="400" />Sebanyak 5.460 siswa dari 300 sekolah menampilkan tari tradisional Pomonte dalam acara puncak peringatan ulang tahun ke-33 Kota Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (27/9). Penampilan itu tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MuRI) sebagai tarian dengan jumlah penari terbanyak. Selain itu, aksi itu juga tercatat dalam rekor dunia dengan nomor urut 5085.</p>
<p>Pomonte merupakan tarian asli kota Palu. Tari pomonte diciptakan pada tahun 1956 oleh mendiang M Bahasyuan, salah satu seniman besar Sulawesi Tengah.</p>
<p>Kata Pomonte berasal dari bahasa suku Kaili yang berarti menuai padi. Tarian itu merepresentasikan wujud inspirasi dari kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah yang agraris. Pomonte juga melambangkan sifat gotong royong di masyarakat Kota Palu.(Artikel: <a href="http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/09/28/136787/5.460-Siswa-Kota-Palu-Ciptakan-Rekor-MuRI-dan-Dunia">Metrotvnews.com</a>, Foto: <a href="http://www.antaranews.com/foto/22724/rekor-tari-pamonte">AntaraNews.Com</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/09/5-460-siswa-kota-palu-ciptakan-rekor-muri-dan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Teluk Palu 2011</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/09/festival-teluk-palu-2011/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/09/festival-teluk-palu-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 09:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1838</guid>
		<description><![CDATA[Festival Teluk Palu diselenggarakan mulai hari ini, 16 s/d 18 September 2011.  Berlokasi di pantai Talise, Teluk Palu. Festival ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-33 Kota Palu, yang jatuh pada tanggal 27 September 2011 nanti. Kegiatan di Festival Teluk Palu antara lain pertunjukkan adat budaya Sulawesi Tengah, industri, lomba cipta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1841" title="festival_tlp2011" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/09/festival_tlp2011.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p>
<p>Festival Teluk Palu diselenggarakan mulai hari ini, 16 s/d 18 September 2011.  Berlokasi di pantai Talise, Teluk Palu. Festival ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-33 Kota Palu, yang jatuh pada tanggal 27 September  2011 nanti.</p>
<p>Kegiatan di Festival  Teluk Palu antara lain pertunjukkan adat budaya Sulawesi Tengah, industri, lomba cipta lagu daerah, lomba rebana di atas dokar,  lomba layang-layang, pameran wisata kuliner, lomba perahu layar, jelajah  wisata Kota Palu, dan pemilihan Putra-Putri Kota Palu.</p>
<p>Peserta pameran dan festival berasal dari 10 kabupaten dan satu kota di Provinsi Sulawesi  Tengah. Selain itu, festival ini juga diikuti peserta undangan dari Sulawesi  Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan Kalimantan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/09/festival-teluk-palu-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Graha Tirta Water Zone</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/07/graha-tirta-water-zone/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/07/graha-tirta-water-zone/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 02:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1795</guid>
		<description><![CDATA[Satu diantara beberapa pemandian dan fasilitas permainan air yang ada di Kota Palu adalah Graha Tirta Water Zone. Berlokasi di jalan Karanjalembah No. 55 Palu. Lokasi ini cukup dekat dari pusat kota, juga terjangkau bagi semua kalangan. Untuk bisa menikmasi semua asilitas yang ada pengunjung hanya dikenai biaya masuk Rp. 17.500,-. Terdapat kolam khusus balita, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu diantara beberapa pemandian dan fasilitas permainan air yang ada di Kota Palu adalah Graha Tirta Water Zone. Berlokasi di jalan Karanjalembah No. 55 Palu. Lokasi ini cukup dekat dari pusat kota, juga terjangkau bagi semua kalangan. Untuk bisa menikmasi semua asilitas yang ada pengunjung hanya dikenai biaya masuk Rp. 17.500,-. Terdapat kolam khusus balita, remaja dan dewasa, juga pondok-pondok yang bisa digunakan untuk berteduh tanpa biaya tambahan lagi.</p>
<p>Fasilitas sejenis yang ada di Palu adalah, pemandian Loli Indah, Niki Beach, Taipa Water Boom, dan Milennium Water Boom. Dengan beragam fasilitas yang beragam, tempat-tempat permainan air tersebut menawarkan pilihan bagi masyarakat kota Palu dalam hal wisata air. </p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/07/grahatirta1.jpg" alt="" title="grahatirta1" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1796" /></p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/07/grahatirta2.jpg" alt="" title="grahatirta2" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1797" /></p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/07/grahatirta3.jpg" alt="" title="grahatirta3" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1798" /></p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/07/grahatirta4.jpg" alt="" title="grahatirta4" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1799" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/07/graha-tirta-water-zone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menanam dahulu, memetik kemudian</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/05/menanam-dahulu-memetik-kemudian/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/05/menanam-dahulu-memetik-kemudian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 01:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[Akrab di telinga kita soal kampanye lingkungan &#8220;green and clean&#8221;. Sebenarnya setiap kita pribadi bisa bersumbangsih terhadap lingkungan jauh sebelum kampanya ini dilakukan. Karena pada dasarnya setiap insan akan senang melihat hal yang hijau, indah dan sejuk. Coba kita bayangkan kalau di sekitar kita hanya dihiasi batako dan tantai cor. Pasti panas di siang hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/05/pekarangan_hijau1.jpg" alt="" title="pekarangan_hijau1" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1791" /></p>
<p>Akrab di telinga kita soal kampanye lingkungan &#8220;green and clean&#8221;. Sebenarnya setiap kita pribadi bisa bersumbangsih terhadap lingkungan jauh sebelum kampanya ini dilakukan. Karena pada dasarnya setiap insan akan senang melihat hal yang hijau, indah dan sejuk. Coba kita bayangkan kalau di sekitar kita hanya dihiasi batako dan tantai cor. Pasti panas di siang hari, dan kering saat dipandang.</p>
<p>Suasana akan berbeda jika setiap jengkal sisa tanah di sekitar rumah dimanfaatkan dengan menanam pohon, entah itu bunga atau namana kebun lainnya. Banyak tananan bisa dipilih untuk menyesuaikan dengan keadaan tanah, karena kondisi tanah juga sangat beragam, dari yang berbatu, liat, dan berpasir. Hal utama dari pengalaman pribadi saya adalah, kelembapan tanah yang sangat utama.</p>
<p>Mewarisi darah petani dari orang tua, saya manfaatkan sedikit sisa tanah disamping rumah dengan menanam beragam tanaman. Lombok, tomat, lengkuas, jahe, kencur, terong, pisang, belimbing, keladi, singkong, jeruk, bengkoang&#8230; dan beberapa tanaman lainnya. Dari sekian banyak yang saya tanam, hanya tomat yang susah berbuah dengan baik. Sisanya, sangat subur dan menghasilkan sayuran untuk kebutuhan dapur kami, selebihnya untuk tetangga dan kerabat yang datang kerumah.</p>
<p>Dari mana sumber air disaat kemarau datang?..<br />
Ini yang harus disiasati sejak awal, saya memanfaatkan air sisa buangan rumah tangga dan mengalirkannya ke pekarangan, dengan mebuat parit disisi tananam. Badan juga sehat karena harus rutin mencangkul dan membersikan semak dan rumput yang tumbuh liar diantara tanaman tersebut.</p>
<p>Hasilnya, pekarangan jadi HIJAU dan lingkungan lumayan bersih&#8230;<br />
Kalau berkenan, selamat mencoba&#8230;.</p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/05/pekarangan_hijau5.jpg" alt="" title="pekarangan_hijau5" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1792" /></p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/05/pekarangan_hijau4.jpg" alt="" title="pekarangan_hijau4" width="550" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-1793" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/05/menanam-dahulu-memetik-kemudian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Bosan Main ke Pantai</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/05/tak-bosan-main-ke-pantai/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/05/tak-bosan-main-ke-pantai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 00:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1781</guid>
		<description><![CDATA[Di teluk Palu, banyak pilihan pantai yang bisa kami kunjungi, jadi si kecil Zilfany tidak pernah bosan untuk bermain ke pantai. Selain karena cukup dekat, dipantai juga menawarkan aneka jajanan pinggir jalan yang cukup beragam, dari mulai burasa, nasi kuning, bubur kacang hijau, soto, kari ayam, pisang goreng, putu, dll. Jadi, ayooo datang ke Palu&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di teluk Palu, banyak pilihan pantai yang bisa kami kunjungi, jadi si kecil Zilfany tidak pernah bosan untuk bermain ke pantai. Selain karena cukup dekat, dipantai juga menawarkan aneka jajanan pinggir jalan yang cukup beragam, dari mulai burasa, nasi kuning, bubur kacang hijau, soto, kari ayam, pisang goreng, putu, dll.</p>
<p>Jadi, ayooo datang ke Palu&#8230;</p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/05/liburan_fany1.jpg" alt="" title="liburan_fany1" width="550" height="737" class="aligncenter size-full wp-image-1782" /></p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/05/liburan_fany2.jpg" alt="" title="liburan_fany2" width="550" height="737" class="aligncenter size-full wp-image-1783" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/05/tak-bosan-main-ke-pantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Ikan Hias</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/04/mencari-ikan-hias/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/04/mencari-ikan-hias/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 03:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1775</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah perahu sederhana dengan membawa kompresor udara sedang melintas di pantai Talise. Sepertinya sedang mempersiapkan perlengkapan selamnya, sebelum menuju lokasi dasar laut yang dangkal dan berkarang, tempat berkumpulnya bermacam ikan hias. Sementara di pinggiran pantai, sekelompok anak memanfaatkan perahu yang sedang sandar untuk bermain dan melompat&#8230; !!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah perahu sederhana dengan membawa kompresor udara sedang melintas di pantai Talise. Sepertinya sedang mempersiapkan perlengkapan selamnya, sebelum menuju lokasi dasar laut yang dangkal dan berkarang, tempat berkumpulnya bermacam ikan hias.</p>
<p><img class="size-full wp-image-1776 alignleft" title="cari_ikan_hias" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/04/cari_ikan_hias.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p>
<p><img class="size-full wp-image-1777 alignleft" title="melompat_lagi1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/04/melompat_lagi1.jpg" alt="" width="550" height="366" /></p>
<p>Sementara di pinggiran pantai, sekelompok anak memanfaatkan perahu yang sedang sandar untuk bermain dan melompat&#8230; !!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/04/mencari-ikan-hias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Pantai Lagi</title>
		<link>http://telukpalu.com/2011/03/ke-pantai-lagi/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2011/03/ke-pantai-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 03:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1767</guid>
		<description><![CDATA[Ke pantai lagi&#8230; ke pantai lagi. Sepertinya membosankan, tapi tidak buat anak kami, Zilfany. Dipantai sudah lengkap dengan apa yang dibutuhakan anak-anak untuk bermain. Ada pasir putih yang bersih, dan air lautnya. Pantai Teluk Palu yang membentang membentuk huruf &#8220;U&#8221; raksasa dengan panjang puluhan kilometer menjadi tempat yang murah untuk berwisata keluarga. Didukung lagi dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ke pantai lagi&#8230; ke pantai lagi. Sepertinya membosankan, tapi tidak buat anak kami, Zilfany. Dipantai sudah lengkap dengan apa yang dibutuhakan anak-anak untuk bermain. Ada pasir putih yang bersih, dan air lautnya. Pantai Teluk Palu yang membentang membentuk huruf &#8220;U&#8221; raksasa dengan panjang puluhan kilometer menjadi tempat yang murah untuk berwisata keluarga. Didukung lagi dengan tersedianya penjual makanan dan jajanan ringan di setiap titik lokasi pantai yang ramai di kunjungi oleh masyarakat.</p>
<p>Penasaran dengan keindahan Teluk Palu??? Ayooo datang ke Palu..  </p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/03/ke_pantai_lagi1.jpg" alt="" title="ke_pantai_lagi1" width="550" height="366" class="alignleft size-full wp-image-1768" /></p>
<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2011/03/ke_pantai_lagi2.jpg" alt="" title="ke_pantai_lagi2" width="550" height="366" class="alignleft size-full wp-image-1769" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2011/03/ke-pantai-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

