<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TelukPalu.Com &#187; Tojo Unauna</title>
	<atom:link href="http://telukpalu.com/category/wilayah/tojo-unauna/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://telukpalu.com</link>
	<description>Info Seputar Teluk Palu dan Wisata Sulawesi Tengah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 10:51:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Taman Nasional Kepulauan Togean</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 09:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Suaka Margasatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Ampana]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Togean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1622</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan (SK. No. 41 8/Menhut-II/2004), Togean ditetapkan sebagai taman nasional dengan nama Taman Nasional Kepulauan Togean. Dengan luas sekitar 4,4 juta ha, kepulauan ini menjadi tempat perlindungan banyak jenis hewan. Dalam SK disebutkan, kawasan perairan Kepulauan Togean merupakan habitat berbagai biota laut: 262 jenis terumbu karang, di antaranya endemis (Acropoda togeanensis); 596 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2005/11/ru_000086.jpg" class="aligncenter" width="433" height="297" /></p>
<p>Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan (SK. No. 41 8/Menhut-II/2004), Togean ditetapkan sebagai taman nasional dengan nama Taman Nasional Kepulauan Togean. Dengan luas sekitar 4,4 juta ha, kepulauan ini menjadi tempat perlindungan banyak jenis hewan.</p>
<p>Dalam SK disebutkan, kawasan perairan Kepulauan Togean merupakan habitat berbagai biota laut: 262 jenis terumbu karang, di antaranya endemis (Acropoda togeanensis); 596 jenis ikan, di antaranya endemis (Paracheilinus togeanensis dan Ecsenius sp.); 555 moluska serta jenis langka lainnya, seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kima sisik (Tridacna squamosa); penyu hijau (Chelonia mydas); penyu sisik (Eretmochelys imbricata); lola (Trochus niloticus); dugong (Dugong dugong); paus pilot.</p>
<p>Sementara di darat, jenis-jenis biota darat yang dilindungi dan endemis, misalnya rusa (Cervus timorensis), monyet togean (Macaca togeanus), biawak togean ( Varanus salvator togeanesis), dan jenis langka seperti kuskus beruang (Phalanger ursinus), tarsius (Tarsius spectrum), babirusa (Babyrousa babirussa), ketam kenari (Birgus latro), 97 jenis burung, 363 jenis flora antara lain meranti (Shorea sp.), kayu besi (Intsia bijuga), palapi (Heritiera sp.), 33 jenis tumbuhan bakau, berbagai jenis amfibi, dan reptil.</p>
<p>Dengan kondisi alam yang unik dan terpelihara, ditambah pengelolaannya yang cukup profesional, potensi ekowisata di wilayah ini sangat besar. Pada 1999, sebelum kerusuhan Poso, setiap bulan kepulauan ini dikunjungi 665 turis asing (Kompas, 29 Juli 2004). Setelah kerusuhan, jumlahnya menurun drastis. Walaupun belum mencapai jumlah sebelum kerusuhan, kedatangan turis asing saat ini sudah banyak, kata pengemudi speed boat yang mengantar kami.</p>
<p>Dengan lama tinggal 1-2 minggu, pemasukan yang dapat diperoleh masyarakat dari jasa transportasi, akomodasi, dan berbagai jasa pendukung lainnya cukup lumayan. Dari penginapan saja, masyarakat bisa mendapat pemasukan Rp200-400 ribu per orang per hari. Belum lagi biaya makan tiga kali sehari dan sewa boat. Sementara untuk melakukan penyelaman, paketnya berkisar 20-30 dollar AS per orang sekali menyelam.</p>
<p>Berdasarkan pengamatan kami, usaha dan pengelolaan wisata dilakukan warga lokal. Memang, untuk jasa tertentu, seperti instruktur dan pemandu selam, masih dipegang warga asing atau warga dari luar daerah karena dibutuhkan kualifikasi dan sertifikasi khusus. Tapi dengan pembinaan yang memadai, warga lokal kelak juga dapat menjadi instruktur dan pemandu selam.</p>
<p>Keuntungan lain bagi masyarakat Kepulauan Togean melalui tumbuhnya ekowisata adalah terjaminnya kelestarian alam, biodiversitas, dan keberlanjutan hajat hidup mereka. Sebab, ekowisata sangat mementingkan perilaku wisata yang ramah lingkungan, mendorong keberlanjutan konservasi biodiversitas ”sebagai komoditasnya” dan manfaat bagi masyarakat lokal secara berkesinambungan. Tentunya semua pihak akan berupaya keras untuk memelihara kekayaan alam yang mereka miliki.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.sorowakodivingclub.com/?tag=togean">http://www.sorowakodivingclub.com/?tag=togean</a></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/" title="Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam">Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/" title="Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan">Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/" title="Pulau Malenge">Pulau Malenge</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/" title="Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama">Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-kadidiri/" title="Pulau Kadidiri">Pulau Kadidiri</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 09:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Ampana]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Togean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1618</guid>
		<description><![CDATA[Kepenatan perjalanan darat dari Sorowako selama lebih dari 12 jam, ditambah dua jam perjalanan dengan speed boat dari Ampana, seolah menjadi sirna begitu kami tiba di dermaga Pulau Kadidiri, salah satu pulau di Kepulauan Togean. Betapa tidak. Sejak bertolak dari dermaga Ampana, kami telah disuguhi pemandangan alam dan keindahan laut Kepulauan Togean yang sangat menawan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2010/07/diving_togean.jpg" alt="" title="diving_togean" width="499" height="258" class="aligncenter size-full wp-image-1616" /></p>
<p>Kepenatan perjalanan darat dari Sorowako selama lebih dari 12 jam, ditambah dua jam perjalanan dengan speed boat dari Ampana, seolah menjadi sirna begitu kami tiba di dermaga Pulau Kadidiri, salah satu pulau di Kepulauan Togean.</p>
<p>Betapa tidak. Sejak bertolak dari dermaga Ampana, kami telah disuguhi pemandangan alam dan keindahan laut Kepulauan Togean yang sangat menawan. Rangkaian pulau-pulau karang yang kami lewati seolah menyembul dari bawah laut, menimbulkan paduan warna yang kontras antara laut biru-kehijauan dan bebatuan pulau yang kecokelatan.</p>
<p>Sebagai bagian &#8216;ring of fire Indonesia&#8217;, Kepulauan Togean memiliki kontur yang khas akibat proses vulkanis dan tektonik selama jutaan tahun. Di Pulau Una-Una bahkan terdapat Gunung Colo (2.509 m) yang masih aktif. Terletak di Teluk Tomini, Kepulauan Togean dikelilingi Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah selatan, Gorontalo dan Sulawesi Utara di sebelah utara. Secara administratif, kepulauan ini masuk wilayah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi. Kedatangan kami disambut para pegawai Kadidiri Paradise Cottage. Dengan cekatan mereka membantu mengangkat barang bawaan tim SDC. Cuaca cerah dan ombak yang tenang hari itu seolah mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari Sorowako, yang terdiri atas Boy Adhitya, Koesharjanto, Imam, Bayu Aji, dan Mahendra.</p>
<p>Setelah check in dan menyiapkan peralatan selam di bungalow yang disediakan, kami menemui instruktur selam yang akan memandu para penyelam. Gonzales, demikian ia memperkenalkan dirinya. Pria asal Austria ini segera menjelaskan lokasi lokasi selam yang menarik dan wajib diselami di sekitar Pulau Kadidiri. Tak lupa ia menanyakan jenis sertifikasi selam yang kami miliki. Begitu mengetahui Boy Adhitya sudah berstatus dive master, kontan ia menyilakan kami untuk berjalan sendiri ke lokasi selam ditemani dua pemandu.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.sorowakodivingclub.com/?tag=togean">http://www.sorowakodivingclub.com/?tag=togean</a></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/" title="Taman Nasional Kepulauan Togean">Taman Nasional Kepulauan Togean</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/" title="Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan">Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/" title="Pulau Malenge">Pulau Malenge</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/" title="Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama">Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-kadidiri/" title="Pulau Kadidiri">Pulau Kadidiri</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 07:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Ampana]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Togean]]></category>
		<category><![CDATA[Spot Diving Sulawesi Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1620</guid>
		<description><![CDATA[Kepulauan Togean memiliki beberapa lokasi penyelaman yang sangat kaya dengan aneka jenis terumbu karang, ikan dan mamalia laut. Tidak mengherankan, karena kepulauan ini terletak pada coral reef triangle yang membentang dari sebelah utara Australia, PNG, Indonesia bagian tengah dan timur, sampai dengan Filipina. Sebutan ini merujuk areal yang memiliki biodiversitas bawah laut terkaya di dunia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1624" title="kadidiri-togean-island" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2010/07/kadidiri-togean-island.jpg" alt="" width="500" height="375" /><br />
Kepulauan Togean memiliki beberapa lokasi penyelaman yang sangat kaya dengan aneka jenis terumbu karang, ikan dan mamalia laut. Tidak mengherankan, karena kepulauan ini terletak pada coral reef triangle yang membentang dari sebelah utara Australia, PNG, Indonesia bagian tengah dan timur, sampai dengan Filipina. Sebutan ini merujuk areal yang memiliki biodiversitas bawah laut terkaya di dunia. Di wilayah Indonesia saja terdapat sekitar 76 genus dan 359 spesies terumbu karang.</p>
<p>Hari pertama kami melakukan penyelaman di Taipee Wall dan Coral Garden. Di kedua lokasi tersebut pemandangannya sangat mengesankan. Teriknya matahari dan derasnya arus siang itu tidak mengurangi semangat kami untuk menyelam sambil memotret. Di Taipee Wall, dengan air yang sangat jernih, kami melihat bermacam hard dan soft coral. Beberapa jenis soft coral jenis gorgonian tampak menonjol karena warnanya yang mencolok. Ada yang biru, hijau, merah, atau kombinasi beberapa warna. Seperti halnya di Coral Garden, sea anemone lengkap dengan clown fish-nya tampak terlihat di beberapa sudut.</p>
<p>Bermacam-macam ikan juga tampak berkeliaran. Yang sempat kami catat antara lain butterfly, blue devils, cardinal, pipefish, fire darft fish, hawk fish, emperor angel fish, grouper dan masih banyak lagi. Sementara dari selaÂ¬sela karang, tampak lion fish, crocodile fish, bumphead, dan nudibranch. Mereka seolah mengawasi kami dari persembunyiannya. &#8220;Bagus sekali kondisi coral reef-nya. Ikannya pun banyak jenisnya,&#8221; puji Boy.</p>
<p>Menurut pengalamannya, Togean tidak kalah indah dibandingkan Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan beberapa dive site tersohor lainnya di Indonesia. Tidak heran kalau para penyelam dunia menjulukinya sebagai hidden paradise in Tomini Bay.</p>
<p>Hari kedua kami melakukan tiga kali penyelaman, yakni di Mini Canyon, Dominique, dan Pulau Kota. Kecuali yang terakhir, di tempat-tempat tersebut kondisi terumbu karangnya masih sangat terjaga. Beberapa bagian yang rusak di Pulau Kota kemungkinan besar disebabkan oleh lalu-lalangnya kapal Ferry yang melayani jalur Ampana-Pulau Kai dan Gorontalo di dekatnya. &#8220;Dulu daerah ini menjadi areal pengeboman ikan oleh nelayan lokal, itulah yang menyebabkan beberapa lokasi rusak,&#8221; jelas pengemudi perahu yang mengantar kami.</p>
<p>Penyelaman hari kedua tetap menakjubkan. Di Mini Canyon misalnya, kami berhadapan dengan relief dan kontur permukaan terumbu karang yang turun-naik. Terkadang menjulang, terkadang menjorok ke bawah. Kami juga menyelam di antara dua dinding karang yang dipenuhi aneka jenis soft coral.</p>
<p>Selain jenis terumbu karang dan ikan yang beragam, di Mini Canyon dan Dominique kami menjumpai banyak celah dan gua di antara terumbu karang. Beberapa jenis ikan dan hewan lain, seperti moray eels, crocodile fish, pufer, sweet lips, hum head, lobster, dan bahkan ular laut. Beberapa jenis clown fish tampak berlindung di sea anemone. Beberapa yang sempat dikenali adalah clark anemone, haddon anemone, dan spine check anemone.</p>
<p>Sumber artikel: <a href="http://www.sorowakodivingclub.com/?tag=togean">http://www.sorowakodivingclub.com/?tag=togean</a><br />
Sumber gambar: <a href="www.turisku.com">www.turisku.com</a></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/" title="Taman Nasional Kepulauan Togean">Taman Nasional Kepulauan Togean</a></li><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/" title="Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam">Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/" title="Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama">Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/" title="Pulau Malenge">Pulau Malenge</a></li><li>31 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/spot-diving-donggala/" title="Dive sites around Donggala">Dive sites around Donggala</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 23:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Ampana]]></category>
		<category><![CDATA[Poso]]></category>
		<category><![CDATA[Spot Diving Sulawesi Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1615</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, menjadi daerah tujuan wisata utama pada Tahun Kunjungan Wisata Sulteng 2012. &#8220;Togean menjadi salah satu objek wisata mengagumkan di Indonesia sehingga layak ditetapkan sebagai tujuan wisata utama,&#8221; kata Gubernur Sulteng, HB Paliudju di Palu, Selasa (29/6/2010). &#8220;Togean menjadi salah satu objek wisata mengagumkan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2010/07/diving_togean.jpg" alt="" title="diving_togean" width="499" height="258" class="aligncenter size-full wp-image-1616" /></p>
<p>Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, menjadi daerah tujuan wisata utama pada Tahun Kunjungan Wisata Sulteng 2012. &#8220;Togean menjadi salah satu objek wisata mengagumkan di Indonesia sehingga layak ditetapkan sebagai tujuan wisata utama,&#8221; kata Gubernur Sulteng, HB Paliudju di Palu, Selasa (29/6/2010).</p>
<p>&#8220;Togean menjadi salah satu objek wisata mengagumkan di Indonesia sehingga layak ditetapkan sebagai tujuan wisata utama&#8221; Ujar Paliudju.</p>
<p>Menurut dia, kecantikan alam bawah laut di Kepulauan Togean tidak kalah dengan Bunaken atau Bali yang sudah terkenal. Terumbu karang tersebut sangatlah alami, dan belum banyak rusak sehingga sangat indah dipandang. &#8220;Hanya dengan promosi kecil, Kepulauan Togean akan banyak dikunjungi wisatawan asing,&#8221; ujar Paliudju.</p>
<p>Kepulauan Togean yang berjarak sekitar 500 kilometer dari timur Kota Palu ini terletak di Teluk Tomini. Kepulauan ini telah ditetapkan oleh pemerintah pada 2004 sebagai Taman Nasional yang meliputi 292.000 hektare ekosistem laut dan 70.000 hektare area darat, termasuk 10.659 hektare hutan lindung dan pelestarian mangrove.</p>
<p>Disebutkan pula Kepulauan Togean yang memiliki hamparan terumbu karang terluas di Indonesia (sekitar 132.000 hektare) terkenal memiliki ratusan titik penyelaman menakjubkan.</p>
<p>Menyinggung pembangunan bandar udara (bandara) di Ampana, Paliudju menargetkan selesai pada 2012 sehingga bisa menyemarakkan &#8220;Tahun Kunjungan Wisata Sulteng 2012&#8243;.</p>
<p>Saat ini, menurut Paliudhu, pemerintah sedang membangun bandara di Ampana, ibu kota Tojo Una-Una, untuk memudahkan wisatawan berkunjung ke Togean. Dari Palu wisatawan harus menghabiskan waktu 10 jam perjalanan darat. &#8220;Itu belum termasuk lima jam perjalanan laut sebelum akhirnya sampai di kepulauan yang terkenal indah terumbu karangnya itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Selain Togean, Sulteng juga memiliki daerah tujuan wisata yang tak kalah indahnya, yakni Danau Poso, Pantai Tanjung Karang, Teluk Palu, serta Taman Nasional Lore Lindu. </p>
<p>Sumber : <a href="http://travel.kompas.com/read/2010/06/29/18033645/2012..Togean.Jadi.Tujuan.Wisata.Utama">Kompas</a></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/" title="Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan">Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</a></li><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/" title="Taman Nasional Kepulauan Togean">Taman Nasional Kepulauan Togean</a></li><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/" title="Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam">Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/" title="Pulau Malenge">Pulau Malenge</a></li><li>27 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/hutan-wisata-danau-lindu/" title="Hutan Wisata Danau Lindu">Hutan Wisata Danau Lindu</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Togean Spot Diving</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/05/togean-spot-diving/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/05/togean-spot-diving/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 22:46:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Spot Diving Sulawesi Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1479</guid>
		<description><![CDATA[The Gulf of Tomini is between 95km and 200km wide with a maximum depth of 4180m (Gorontalo trough). The Togian Island Group (Kepulauan Togian) are a archipelago of six main and about 60 smaller islands. They lie on a submarine ridge in the southeast of the gulf and are of volcanic origin, actually Unauna in [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The Gulf of Tomini is between 95km and 200km wide with a maximum depth of 4180m (Gorontalo trough). The Togian Island Group (Kepulauan Togian) are a archipelago of six main and about 60 smaller islands. They lie on a submarine ridge in the southeast of the gulf and are of volcanic origin, actually Unauna in the northwest is an active volcano. The islands rise steeply from 1200 to 1500m. The land area covers about 755km². The islands lie just a few kilometers south of the equator.</p>
<p>If you want to see healthy coral reefs in pristine conditions and lots of fish you should go to the Togian islands. The reefs mostly consist of corals with impressively large sponges and gorgonian fans. The biodiversity is high, a rapid marine assessment by Center for Applied Biodiversity in 1998 has found a reef fauna containing at least 314 species of corals, 541 species of molluscs and 819 species of fish! 1995 some scientists discovered that a few marine species occur nowhere else in Indonesia, for example 3 endemic coral species. The Tomini gulf is cut off from the primary ocean currents that run north to south on either side of Sulawesi (look at the map of the Indonesian Throughflow) so the dispersal of planktonic larvaes is restricted. There is also a theory, that the Togean islands were a refuge for species isolated by the low sea level during the ice age.</p>
<p>Here you find all kinds of reefs, from a large barrier reef stretching from one end to the other of the archipelago in the north and smaller fringing reefs as well as a few atolls. The reefs and large coastal mangrove areas are habitat and breeding areas for the hawksbill turtle, the green turtle and the dugong. On land there are also interesting animals to see like many rare birds (hornbills, parrots) and other animals. With luck you might even see the endemic Togian Hawk-owl (Ninox burhani).</p>
<p>The Togians were declared a National Park in 2004, but there is no park administration center yet or patrols. Because a lot of people live from coconuts and not much from fishing, there is still an abundance of fish life. there seem to be some parts of the reef that were damaged by dynamite fishing,but I didn&#8217;t see any actual damage. Around the Tengah Walea Dive Center there is an area which is protected from that kind of fishing since 5 years.</p>
<p>THE DIVING</p>
<p>Most of the dives are on wall or steep slopes. There can be some current, but it is mostly relatively easy diving. Watch out for your depth though, because with clear water it is so easy to go deeper than intended. Around the inner islands calm waters with visibility of about 20m to 30m but close to the mangrove areas visibility can worsen some.</p>
<p>We did a liveaboard trip with the MV Paisabatu II, but it is also possible to dive from any of the four land based dive centers on Kadidiri, Waleabahi and Batudaka (see information page with all links). The MV Paisabatu II is an excellent boat &#8211; very large and comfortable and with a quiet engine. It also has &#8211; Maldives style &#8211; a second boat with the compressor and diving gear, which is is used just for diving. And also important &#8211; his cook is just great and there is enough water to take showers after diving!</p>
<p><img usemap="#Map" src="http://www.starfish.ch/Zeichnung/Karten/togians.gif" border="1" alt="" width="500" /></p>
<p><span style="color: #0000ff;">1. Jack&#8217;s point:</span> This is a corner where the reef forms a small edge around 30 meters and then continues down much deeper. A few large sponges protrude and there is often some current here, so jacks, mackerels and big eye snappers converge here. We were lucky and also saw a group of large tunas passing by several times. A few hunting rainbow runners were joined by a school of fusseliers and two Napoleon wrasses. This is a place you should stay as long as possible at the corner, because, although there are nice walls on both sides &#8211; the action is here!!<br />
Although the depths beckon &#8211; mackerels are visible forming spirals and vertexes, it is better to stay further up, so you can stay longer. After a while decompression looms and you leave, following the wall and turning your attention to smaller animals. The wall is quite steep with several cracks, overhangs and crannies. Look in some of the caves where the bottom is sandy and you can find the elusive Randall&#8217;s shrimpgoby (Amblyeleotris randalli) and even the small whitecap goby (Lotilia graciliosa).</p>
<p><span style="color: #0000ff;">2. Menara: </span>This is great a dive site with beautiful Gorgonians fans of amazing proportions. Parts of the wall are covered with them, nearly like a forest. Huge sponges jut out and fishes are everywhere. Just at the beginning a eagle ray passed us only a couple meters away and hunting jackfish flittered passed. There were several Napoleon wrasses as well as large groups of big eyed snappers.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">3. Fishomania (The Pinnacle): </span>This dive site is known for the large schools of fish that gather here. We saw an incredible amount of yellow-blue snappers, red tooth triggerfish, endless bands of blue fusseliers and grouper and this everywhere! Usually this is a shallow dive, max. 15m, the place is not that large and on the top there are some areas with rubble. A special experience provided a turtle which had its head struck under a coral block eating a tasty sponge and who didn&#8217;t seem to be bothered by us divers at all. To get a better grip it hung head down, body high up and pushing with its forward legs. Suddenly it lost its grip and saw us divers hanging around and observing. Even now it went back for its tasty meal &#8211; a sponge &#8211; and only sailed away later and with a flip was gone.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">4. Kololio sore: </span>We made a late afternoon dive here. It is a gentle slope, large coral bonnies interspersed with sand and huge sponges. What I liked most was the incredible atmosphere, the light was very soft and everything was slowly moving &#8211; large schools of yellow-blue snappers flowed over the corals, bannerfishes rose over the huge sponges and large groups of big eyed snappers mingled with endless bands of blue fusseliers. The sheer amount of fish was just amazing! In the middle of this &#8220;fish soup&#8221; a turtle was resting, when we approached the rose leisurely and sailed away, soon disappearing among the fishes. A great dive for the afternoon (= sore in Indonesian language)</p>
<p><span style="color: #0000ff;">5. Apollo: </span>This is a reef which starts on about 22m depth and gently slopes down to 45m and more. The main attraction is a school of large blacktail barracudas which is often found here. Although if there are no barracudas is is also nice to just watch the number of yellow snappers which seem to cover the reef like a moving carpet. If you see the barracudas &#8211; when we dived there they gathered around 35m &#8211; just stay put, they will come to you. Then you can slowly rise until you are in the middle of a revolving spiral. If at that moment a turtle joins you, swimming in front of the barracudas, your day is perfect!</p>
<p>This is a site, where you dive relatively deep, spend as much time as possible there and then either go up straight away for a safety stop which is either done just above the reef in the open water or you dive back towards the beach. From 22m up there is a sandy slope with some submerged palm tree trunks &#8211; look underneath, there are often lionfish and groupers hiding and up at the sandbank look for small nudibranchs (Thuridillla lineolata) and have a look at the garden eels close by. There also seem to be sometimes a gathering of thousands of Bennett&#8217;s toby fish (Canthigaster bennetti) seen &#8211; when we dived here I didn&#8217;t see a single one&#8230;</p>
<h3><span style="color: #0000ff;">Batudaka</span></h3>
<p><span style="color: #0000ff;">6. Tapuan I and II: </span>This is a volcanic island (83m high) surrounded by a well developed barrier reef and an extensive lagoon (27m deep). We didn&#8217;t dive here, so I don&#8217;t know if the diving is good or not.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">7. / 8. Pasir Tengah:</span> Here you dive on an absolutely steep wall which reaches up to just under the surface. At some places the wall is overhanging and you can&#8217;t see, where the bottom might be, just the dark waters underneath. Everywhere are caves, overhangs, deep incisions and swim throughs. The wall is mostly covered with tube corals, small sponges and hydroids but in the cracks and overhangs there are huge bushes of black corals. At one of the corners there is a large double overhang, very impressive.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">9. Goagoa: </span>This atoll is similar to Pasir Tengah but the walls are not so steep. Again there are a lot of large caves with black coral bushes, look here for the elusive longnose hawkfish, it likes to hide &#8211; mostly in pairs &#8211; inside the coral bushes.</p>
<h3><span style="color: #0000ff;">Togian</span></h3>
<p>In the north of Batudaka, the Togian island and Malingi a large barrier reef stretches over 165km, complete with a shallow lagoon which is up to 100m deep. Just in the north of Kadidiri island (also written as Kadidi island in some publications) are several very good dive sites, all on the outer edge of the barrier reef. The dive sites lie quite close together (Nursery Rock, Kota Wall, Gap, Crack, Shark Rock, Dominic Rock, Labyrinth, Taipi, Batu Gila, Lost Reef), we didn&#8217;t visit them all. The Crack, Labyrinth and Dominic Rock are deep dives more suitable for experienced divers, the other dive sites are shallower.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">10. Batu Gila:</span> This is a ridge, about 20m wide which lies at a depth of 30 to 40 meters. This is said to be the best place to be in Togian Islands diving to see schooling scalloped hammerhead sharks.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">11. Dominic Rock (Dominik Rock):</span> This dive site lies more to the east and should be done as your first dive, because you go very deep. The top of Domenic rock lies on 37m but if you want to take a good look like we did, you dive down to 45 meters or more. Actually you sweep down from Taipi wall, circle over some huge boulders which jut out from a lower lying sandy shelf, then Dominic Rock looms out of the dark, just behind it the plateau falls down sharply to an abyss of I don&#8217;t know what depth. The Rock is covered with gorgonians and whip corals, some large sponges and soft corals, very nice. In the deep waters here sharks, eagle rays and big eyed trevally are found. Then you turn back towards the wall and finish the dive following it towards the right.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">12. The Gap:</span> At this dive site you have to be careful, that you start the dive right on the edge of the reef and not from the lagoon. There is a strong current flowing over the edge of the reef and into the lagoon, so if you start at the wrong place you have to swim against.</p>
<p>The outer reef is very beautiful, lots of lettuce corals, huge sponges, large gorgonian fans and other hard corals. Two Napoleon wrasses were accompanying us the whole dive and a large group of barracudas gathered over the shallow part. We saw mackerels and a group of bumphead parrotfish and made our safety stop over the lagoon, accompanied by a curious turtle.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">13. Kadidiri House Reef:</span> This reef is nice for night dives. I heard you can find ghost pipe fishes here and other small critters. I think it is best to go there with one oft the dive operators on Kadidiri island, since they know this place very well. Otherwise the beaches here are quite nice, seems like a good place to relax, also if you do snorkeling.</p>
<p><img src="http://www.starfish.ch/Zeichnung/Karten/togian-B-24-Liberator.gif" alt="" width="310" height="330" align="left" /></p>
<p><span style="color: #0000ff;">14. World war II bomber plane wreck:</span> The Consolidated B 24 Liberator rests, slightly tilted to the right on sandy bottom in 16 to 22 meters of water. It is 17 m long and 22 m wide. The plane is in good condition, the wings with one propeller and the tail still intact and the two barrels of the turret gun on top are still in place. You can swim round and actually look into the cockpit where you still see the instruments and seats. You can dive underneath the left wing and look at the wheel there which is totally bent with the large tyres resting flat on the ground. The tail is very impressive with the large side flange.</p>
<p>Since the dive site is close to a mangrove forest the visibility is generally not very good &#8211; when we dived we had about 12m which was considered good, sometimes visibility can be down to only 2 meters. You finish the dive over a small reef, we found some nudibranchs and shrimps, otherwise it is not that interesting.</p>
<p>A confidential ditching report by Lt. Henry Etheridge dated 3 May 1945 says the following (photos of the original report 1 / 2 / 3): &#8220;Our number one engine caught fire about one and a half hours from target, when at the northern tip of the gulf of Bone. We closed the cowl flap&#8230; (technical details) &#8230; With these power settings the fuel supply would have been inadequate to return to base. The radio operator&#8230; (arranging ditching site) &#8230;We decided to ditch the plane rather than to parachute because all these islands are heavily wooded with rough terrain&#8230; &#8230;We passed over the landing site two times at about 2000 feet while all crew members were briefed on the proposed landing and last minute preparations were completed prior to setting the plane down. There was a 8-knot surface wind&#8230; (details of preparation, ditching of equipment and bombs and the positions of all men in the plane) &#8230;All men wore winter flying equipment to act as padding against the shock of landing&#8230; &#8230;Airspeed was 110 MPH, loosing altitude at a rate of 50-100 feet per minute. The power was held to within approx. 5 feet of the water&#8230;. &#8230;The plane skidded an estimated 50 yards on water before coming to a stop. Every man was out of the plane within one minute&#8230; &#8230;At this time medical attention was given to those with cuts and abrasions. As the plane was still afloat we were able to salvage and inflate six one-man life rafts&#8230; &#8230;The plane was still afloat one and a half hours later when rescue was affected (a Catalina from the 13th Emergency Rescue Group picked them up).&#8221;</p>
<p><span style="color: #0000ff;">15. Gung Laut:</span> This dive site lies south of the Togian islands in open ocean. The top of this underwater mountain reaches to 17m, so you have to plan your dive well in order to be able to spend some time there without getting any deco. We put down a buoy which was very helpful because there was some current. The best place to dive is on the edge of the plateau just on the top of the mini wall (down about 25m) to the north. To the southeast and northwest the plateau falls down and to the south there is an area with sand. This is a nice place to just hang out on about 20 to 25 meters and watch the fish. Surgeonfishes, jacks and redtooth triggerfishes were everywhere. Several cuttlefish were hiding between the coral blocks on the plateau and anthias and damselfishes gathered over the lettuce coral.</p>
<h3><span style="color: #0000ff;">Malingi<a id="malingi" name="malingi"></a> (Malenge) and Waleabahi<a id="walea" name="walea"></a></span></h3>
<p><span style="color: #0000ff;">16. Malingi:</span> A wall with many low growing hard corals and a few small gorgonian fans, we saw some flatworms, nudibranchs and morey eels. A nice easy dive.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">18. Milli&#8217;s Reef:</span> At this dive site we found an amazing amount of nudibranchs and slugs. Most species were quite known to me like Chromodoris willani and kunei, the beautiful pink Hypselodoris bullockii or Nembrotha kubaryana, but I also saw the rarely seen Orodoris miamirana, a brown nudibranch seldom found. At the top of the reef are huge fields of staghorn corals and on the steep wall are nicely covered with hard corals. There is a dive site similar to this one (<span style="color: #0000ff;">17. Bullocki</span>) lying a small distance to the north, where you can also find plenty of nudibranchs.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">19. Walea House Reef:</span> A few years ago this area was made into a small marine park where fishing and anchoring is forbidden. We didn&#8217;t dive here, but we heard the reef is very nice, if you like to search for small critters (click <a href="http://www.walea.com/nuovo/fotosub.htm" target="_blank">here</a> for photos taken there).</p>
<p><span style="color: #0000ff;">20. Cape Balikapata and 21. Walea strait south:</span> Walea is separated from Puah island by the Walea strait (459m deep, 2.5km wide). The dive sites on both sides of the strait are supposed to be nice, but I haven&#8217;t dived there yet.</p>
<h3><span style="color: #0000ff;">Between Pulau and the mainland<a id="puah" name="puah"></a></span></h3>
<p><span style="color: #0000ff;">22. Pulau Puah:</span> This island lies southeast of the Togians on the tongue of relatively shallow water that reaches from the mainland towards the group of islands. The reef is quite flat with sandy areas between the beautiful coral gardens consisting mainly of huge table corals. I was very impressed by this dive site mainly because of the incredible large sponges that can be found here. We swam over them and tried to measure them &#8211; some must have easily been 3m or more! I have no idea why they grow so large here, large sponges are typical of the Togian islands, but at this dive site they are even bigger than usual. Unfortunately no frogfishes seem to live on top of these sponges, I didn&#8217;t see a single one during the whole trip in the Togians&#8230;.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">23. Pulau Dondola:</span> Out in the middle of the ocean is a small isolated sandy island with a couple trees on top and with a fringing reef around it. There is a shallow lagoon on the leeward side but we dived on the outer slope on a wall. There are lots of overhang and cracks where black coral bushes, gorgonians and some large sponges (Xestospongia) grow. This site was judged as excellent during a rapid marine assessment.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">24. Pompelon:</span> The first thing we saw when diving here were two large white tipped reef sharks in a cave on 37 meters! They stayed inside for a long time until one decided to swim off and the other followed shortly after. You dive along a wall covered with hard corals and large sponges and some small caves. Schools of fish congregate out in the blue and we saw two turtles.</p>
<p><span style="color: #0000ff;">25. Sendiri:</span> This is a small sand island surrounded by a nice reef forming a wall with several caves and overhangs. The safety stop on top of the reef was specially nice, we saw six cuttlefishes in pairs, probably laying eggs in the corals there.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.starfish.ch/dive/Togian-Banggai.html#Togian">http://www.starfish.ch/dive/Togian-Banggai.html#Togian</a></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/" title="Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan">Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/" title="Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama">Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</a></li><li>31 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/spot-diving-donggala/" title="Dive sites around Donggala">Dive sites around Donggala</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/05/togean-spot-diving/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Malenge</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 23:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Ampana]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Togean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1466</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Malenge adalah salah satu obyek wisata di Kepulauan Togean &#8211; Kabupaten Tojo Unauna. Pulau ini memiliki potensi wisata yang kompleks. Di pulau ini, wisatawan dapat melakukan atraksi snorkeling, menyelam, tracking dan rekreasi di pasir putih sambil menikmati keindahan panorama alam pulau ini. Lokasi wisata ini memiliki satwa endemik yang hanya dapat hidup di pulau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2010/05/pulau_malenge.jpg" alt="" title="pulau_malenge" width="500" height="382" class="aligncenter size-full wp-image-1471" /></p>
<p>Pulau Malenge adalah salah satu obyek wisata di Kepulauan Togean &#8211; Kabupaten Tojo Unauna. Pulau ini memiliki potensi wisata yang kompleks. Di pulau ini, wisatawan dapat melakukan atraksi snorkeling, menyelam, tracking dan rekreasi di pasir putih sambil menikmati keindahan panorama alam pulau ini. </p>
<p>Lokasi wisata ini memiliki satwa endemik yang hanya dapat hidup di pulau tersebut yaitu Monyet Togean (Macaca Togeannus). Tidak hanya itu, pulau ini juga memungkinkan untuk melakukan pengamatan satwa seperti babi rusa, burung rangkong, tangkasi dan melihat-lihat kehidupan goa yang ada di Dusun Kadoda. </p>
<p>Bagi wisatawan yang ingin mandi matahari di atas pasir putih dapat mengunjungi beberapa pantai berpasir putih yang terhampar di sepanjang pulau ini, seperti Pantai Kadoda, Bonavang, Pantai Poponoton dan Pantai Batuengkang. Wisatawan yang berkunjung di Pulau Malenge, dapat juga mengunjungi obyek wisata Pulau Angkaio yang diambil dari bahasa lokal suku Togean yang artinya &#8220;Pulau Kepiting Kenari&#8221;, obyek wisata ini sangat cocok untuk melakukan pengamatan berkaitan dengan kehidupan kepiting kenari yang notabene adalah salah satu hewan endemik di Sulawesi Tengah. </p>
<p>Pulau Malenge dapat dikunjungi dari Ampana dengan mengunakan perahu boat dengan waktu tempuh sekitar 8 (delapan) jam. Untuk memudahkan wisatawan mengunjungi tempat-tempat menarik di Pulau Malenge ini, masyarakat lokal telah menyediakan fasilitas akomodasi yang murah. Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu berlibur di Pulau Malenge dapat menginap di Losmen Malenge Indah dan Losmen Lestari yang letaknya di Desa Malenge, Kecamatan Walea Kepulauan Togean. Di pulau ini, terdapat pula, fasilitas cottage di pantai berpasir putih.</p>
<p>Sumber Foto: www.traveltwins.dk, Sumber Artikel : www.tounainvestment.org </p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/" title="Taman Nasional Kepulauan Togean">Taman Nasional Kepulauan Togean</a></li><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/" title="Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam">Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/" title="Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan">Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/" title="Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama">Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-kadidiri/" title="Pulau Kadidiri">Pulau Kadidiri</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Kadidiri</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/05/pulau-kadidiri/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/05/pulau-kadidiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 23:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Tegean]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1465</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Kadidiri adalah lokasi dan obyek wisata yang sangat popular di Kepulauan Tegean &#8211; Kabupaten Tojo Unauna. Ampana, ibukota kabupaten Tojo Unauna dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Palu sekitar 8 Jam. Lokasi wisata ini secara administratif terletak di Desa Tobil, Kecamatan Una-Una. Pulau ini terbentuk dari gugusan pulau karang dengan pasir putih yang indah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2010/05/pulau_kadidiri.jpg" alt="" title="pulau_kadidiri" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-1469" /></p>
<p>Pulau Kadidiri adalah lokasi dan obyek wisata yang sangat popular di Kepulauan Tegean &#8211; Kabupaten Tojo Unauna. Ampana, ibukota kabupaten Tojo Unauna dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Palu sekitar 8 Jam. Lokasi wisata ini secara administratif terletak di Desa Tobil, Kecamatan Una-Una. Pulau ini terbentuk dari gugusan pulau karang dengan pasir putih yang indah dan air laut yang jernih dan sejuk. Selain itu, di sepanjang pulau ini terhampar terumbu karang yang masih bagus dengan tubir yang indah, karena sangat cocok untuk atraksi snorkeling dan menyelam. Di pulau ini juga terdapat fasilitas penginapan yaitu, Wakai Cottages, Kadidiri Paradise Cottages dan Lestari Cottages. </p>
<p>Bagi wisatawan yang ingin melakukan kursus menyelam, di Pulau Kadidiri juga terdapat resort dengan instruktur yang berasal dari luar negeri dan berpengalaman. Para wisatawan yang ingin menyelam atau kursus menyelam dapat mnenyewa fasilitas yang dimiliki oleh Black Marline Dive Resort dan Kadidiri Paradise Dive Resort. Wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Kadidiri dapat mengunakan kapal boat dari Ampana langsung ke Wakai dengan waktu tempuh sekitar 5 (lima) jam. Kemudian dari Wakai dapat mengunakan motor boat ke Pulau Kadidiri dengan waktu tempuh sekitar 25 (dua puluh lima) menit. Selain itu, wisatawan yang menginap dapat juga melakukan berbagai atraksi seperti melihat kepiting kenari di malam hari, snorkeling, mandi matahari, voli pantai serta menikmati indahnya matahari terbenam. Dari Pulau Kadidiri, wisatawan memungkinkan untuk megunjungi obyek wisata Pulau Kota yang memiliki pasir putih yang indah untuk rekreasi dan mandi matahari serta dapat pula melakukan atraksi snorkeling untuk menikmati keindahan terumbu karang yang terhampar disepanjang Pulau Kota. </p>
<p>Sumber Artikel: http://www.tounainvestment.org, Sumber Foto: http://www.noviar.info</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/" title="Taman Nasional Kepulauan Togean">Taman Nasional Kepulauan Togean</a></li><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/" title="Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam">Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/" title="Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan">Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/" title="Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama">Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/" title="Pulau Malenge">Pulau Malenge</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/05/pulau-kadidiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teluk Tomini</title>
		<link>http://telukpalu.com/2010/05/teluk-tomini/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2010/05/teluk-tomini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 07:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Banggai]]></category>
		<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Parigi Moutong]]></category>
		<category><![CDATA[Poso]]></category>
		<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Teluk Tomini merupakan teluk yang paling besar di daerah Garis Khatulistiwa dengan luas berkisar 59.500 km2. Kawasan ini juga merupakan kawasan andalan nasional dan memiliki potensi sumberdaya alam cukup besar yang dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kawasan Teluk Tomini merupakan jantung dari segitiga karang dunia (Coral Triangle) termasuk di dalamnya adalah taman wisata laut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teluk Tomini merupakan teluk yang paling besar di daerah Garis Khatulistiwa dengan luas berkisar 59.500 km2. Kawasan ini juga merupakan kawasan andalan nasional dan memiliki potensi sumberdaya alam cukup besar yang dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kawasan Teluk Tomini merupakan jantung dari segitiga karang dunia (Coral Triangle) termasuk di dalamnya adalah taman wisata laut Kepulauan Togean yang memiliki keanekaragaman hayati spesies laut (biodiversity) yang tinggi, serta karakteristik ekosistem yang unik dan indah. Eksploitasi sumberdaya alam akibat tekanan pembangunan intensif yang tidak diimbangi pola pengelolaan yang berwawasan lingkungan akan menyebabkan degradasi sumberdaya alam di Kawasan Teluk Tomini. Keadaan demikian tentunya akan mempunyai konsekuensi logis terhadap pengembangan komunitas penduduk di sekitar Teluk Tomini.</p>
<p>Pengelolaan Teluk Tomini setidaknya dapat mewakili kepentingan dari 3 Provinsi sebagaimana kesepakatan 3 Gubernur, masing-masing Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo yang dilakukan di World Ocean Conference (WOC) Manado pada tanggal 13 Mei 2009. Ketiga provinsi tersebut, berdasarkan fakta-fakta yang ada menyatakan bahwa:</p>
<ol>
<li>perlunya peningkatan pengelolaan Teluk Tomini secara berkelanjutan berbasis lingkungan oleh berbagai pihak dalam mengatasi dinamika permasalahan yang terus berkembang;</li>
<li>perlunya pendekatan pengelolaan Teluk Tomini secara terpadu dan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek<br />
ekologi/lingkungan, ekonomi, sosial-budaya dan aspek lainnya secara proporsional; serta.</li>
<li>perlunya peningkatan koordinasi, integrasi dan sinergitas program dan kegiatan antar berbagai pihak di ketiga provinsi dalam pengelolaan Teluk Tomini.</li>
</ol>
<p>Pada wilayah Sulawesi Tengah, setidaknya terdapat beberapa isu strategis yang mendasari bentuk pengelolaan Teluk Tomini, antara lain :</p>
<ol>
<li>Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Lampiran IX No. 26 yang tidak secara jelas mencantumkan Selat Makassar, Laut Sulawesi dan Teluk Tomini sebagai Kawasan Andalan Provinsi Sulawesi Tengah;</li>
<li>pemanfaatan sumberdaya ikan di kawasan Teluk Tomini terutama pelagis besar dan pelagis kecil telah mendekati Maximum Sustainable Yield (MSY) sedangkan pemanfaatan potensi perikanan budidaya kurang dari 10%;</li>
<li>populasi penduduk di kawasan pesisir Teluk Tomini relatif padat, cenderung meningkat dengan tingkat pendidikan rata-rata relatif rendah, termasuk dalam penguasaan IPTEK</li>
<li>Angka kemiskinan dan pengangguran di pesisir Teluk Tomini relatif tinggi;</li>
<li>ketahanan pangan; tiga di antara empat kabupaten di Teluk Tomini berisiko sedang atau tinggi<br />
terhadap situasi pangan dan gizi;</li>
<li>daya saing ekonomi masih rendah akibat : (a) produksi didominasi bahan baku (raw materials), (b) penguasaan IPTEK untuk processing masih lemah, (c) infrastruktur dan kelembagaan belum optimal, (d) kondisi geografis menyebabkan informasi dan aksesibilitas pasar menjadi terbatas;</li>
<li>degradasi lingkungan, baik di hulu maupun hilir, illegal fishing serta pencemaran domestik dengan indikator kerusakan padang lamun, terumbu karang serta mangrove.</li>
</ol>
<p>Oleh sebab itu, sangat diperlukan suatu konsep pengelolaan Teluk Tomini secara terpadu dan berkelanjutan yang diterapkan secara konsisten dan konsekuen agar dengan tujuan akhir adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, terutama di pesisir Teluk Tomini.</p>
<p>Sumber Artikel: http://dkp.sulteng.go.id &#8211; (Membangun Model Pengelolaan Berdasarkan Kawasan Ekoregional dan Multifungsi di Teluk Tomini &#8211; Provinsi Sulawesi Tengah) </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1457" title="nelayan_parigi1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2010/05/nelayan_parigi1.jpg" alt="" width="500" height="752" /></p>
<p align="center">Foto nelayan di Kabupaten Parigi Moutong.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1458" title="nelayan_parigi2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2010/05/nelayan_parigi2.jpg" alt="" width="500" height="752" /></p>
<p align="center">Foto nelayan di Kabupaten Parigi Moutong.</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2010/05/teluk-tomini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepulauan Togean</title>
		<link>http://telukpalu.com/2005/11/kepulauan-togean/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2005/11/kepulauan-togean/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2005 08:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/tlp2010/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Kepulauan Togean merupakan hamparan pulau-pulau yang terdiri atas 6 pulau besar yang berbukit dan sekitar 60 pulau yang relatif lebih kecil yang semuanya tersebar sepanjang kurang lebih 90 Kilometer. Kepulauan Togean merupakan bagian penting dari segitiga terumbu karang di dunia (Sulawesi, Filipina dan Papua Nugini), hal ini disebabkan karena kekayaan alam yang dimiliki berupa jenis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/wp-content/uploads/2005/11/ru_000086.jpg" alt="" title="ru_000086" width="433" height="297" class="aligncenter size-full wp-image-328" /></p>
<p>Kepulauan Togean merupakan hamparan pulau-pulau yang terdiri atas 6 pulau besar yang berbukit dan sekitar 60 pulau yang relatif lebih kecil yang semuanya tersebar sepanjang kurang lebih 90 Kilometer. Kepulauan Togean merupakan bagian penting dari segitiga terumbu karang di dunia (Sulawesi, Filipina dan Papua Nugini), hal ini disebabkan karena kekayaan alam yang dimiliki berupa jenis terumbu karang, biota laut dan hutan bakau serta kelengkapan tipe terumbu karang yaitu karang pinggir (fringing reef), karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef) dan atol serta hutan dataran rendah yang lebat, tumbuhan dan hewan endemik kawasan Wallacea. Di kepulauan Togean terdapat banyak Lokasi penyelaman yang tersebar, yang memiliki aneka ragam terumbu karang dan kehidupan bawah laut yang menjadi daya tarik wisatawan. </p>
<p>Pada tanggal 11 September 2003, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata R.I. telah mencanangkan kepulauan Togean sebagai kawasan Ekowisata Bahari. </p>
<p>Lokasi Secara geografis terletak di teluk Tomini, terentan sepanjang kurang lebih 90 Kilometer dan secara administratif termasuk Kecamatan Una-Una. Untuk mencapai kepulauan Togean, dapat dilakukan melalui darat dan dilanjutkan dengan motor laut, melalui Ampana dan Marisa (Kabupaten Gorontalo).Fasilitas yang tersedia disini adalah: Cottage, peralatan diving, air bersih, listrik, warung makan. </p>
<p><img src="/wp-content/uploads/2005/11/ru_000087.jpg" alt="" title="ru_000087" width="472" height="354" class="aligncenter size-full wp-image-329" /></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/taman-nasional-kepulauan-togean/" title="Taman Nasional Kepulauan Togean">Taman Nasional Kepulauan Togean</a></li><li>21 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/kepulauan-togean-surga-para-pecinta-olahraga-selam/" title="Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam">Kepulauan Togean, surga para pecinta olahraga selam</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/dua-hari-penyelaman-yang-menakjubkan/" title="Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan">Dua Hari Penyelaman yang Menakjubkan</a></li><li>20 July, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/07/tahun-2012-togean-jadi-tujuan-wisata-utama/" title="Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama">Tahun 2012, Togean Jadi Tujuan Wisata Utama</a></li><li>29 May, 2010 -- <a href="http://telukpalu.com/2010/05/pulau-malenge/" title="Pulau Malenge">Pulau Malenge</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2005/11/kepulauan-togean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duyung (Dugong dugon)</title>
		<link>http://telukpalu.com/2005/11/duyung-dugong-dugon/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2005/11/duyung-dugong-dugon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2005 08:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/tlp2010/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Duyung (Dugong dugon) adalah salah satu jenis mamalia laut herbivora yang unik. Seperti halnya mamalia lain, duyung mempunyai suhu tubuh yang tetap, bernafas dengan paru-paru dan memberi makan anaknya induk betina dengan cara menyusui. Adapun nama Dugong berasal dari bahasa melayu yaitu Duyong. Duyung termasuk dalam Ordo Sirenia, Famili Dugongidae dan genus Dugong. Dugong memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/wp-content/uploads/2005/11/ru_000088.jpg" alt="" title="ru_000088" width="380" height="122" class="aligncenter size-full wp-image-325" /></p>
<p>Duyung (Dugong dugon) adalah salah satu jenis mamalia laut herbivora yang unik. Seperti halnya mamalia lain, duyung mempunyai suhu tubuh yang tetap, bernafas dengan paru-paru dan memberi makan anaknya induk betina dengan cara menyusui. Adapun nama Dugong berasal dari bahasa melayu yaitu Duyong. </p>
<p>Duyung termasuk dalam Ordo Sirenia, Famili Dugongidae dan genus Dugong. Dugong memiliki badan yang cukup besar menyerupai kapal selam dengan panjang badan Duyung dewasa sekitar 2,5 &#8211; 3 meter dengan berat 225-450 kg. Panjang bayi Duyung yang baru dilahirkan sekitar 1 &#8211; 1,3 meter dengan berat 20 &#8211; 35 kg. Duyung berwarna abu-abu kebiruan dengan kulit yang tebal sekitar satu inchi atau keras dan licin. Rambut pada badannya lebih pendek dan sedikit dibandingkan dengan rambut yang terdapat disekitar mulutnya. </p>
<p>Duyung memiliki ekor mirip sirip ekor ikan pasu, tidak memiliki paruh seperti ikan lumba-lumba, serta memiliki bentuk kepala yang unik. Bentuk paruh yang bundar dan posisi mulutnya membuat Dugong mudah untuk mancari makan dengan cara menyapu permukaan laut. Dugong memiliki mata dan kuping yang kecil yang juga berarti Dugong kurang memiliki pendengaran dan penglihatan yang tajam. </p>
<p>Duyung hidup dan berkembang biak di perairan laut yang dangkal dan tenang yang banyak ditumbuhi oleh lamun. Duyung banyak mengkonsumsi lamun ini, tanaman laut seperti rumput yang tumbuh di dasar berpasir di laut dangkal dan hangat. Duyung juga gemar berkelompok antara 5 &#8211; 10 ekor yang terdiri dari induk jantan, betina dan anaknya; atau bergerombol terutama diwaktu musim kawin. Tetapi ada kalanya Duyung suka menyendiri. Duyung memiliki sifat monogamy dan berkembang biak sangat lambat. Biasanya beranak setiap 2 tahun sekali dimana setiap kali beranak hanya 1 ekor dan jarang kembar dua. </p>
<p>Biasanya Duyung banyak dijumpai di daerah perairan laut sampai pada kedalaman sekitar 20 meter. Populasinya saat ini sudah mengalami penurunan. Jumlah populasi Duyung di Indonesia diperkirakan 10.000 ekor pada tahun 1970-an dan terus menurun secara drastis menjadi sekitar 1.000 ekor pada tahun 1994. Diperkirakan di beberapa negara Duyung ini sudah banyak tidak ditemukan lagi yang diakibatkan oleh perburuan yang berlebihan oleh manusia untuk memperoleh daging, 2 pasang taringnya dan bagian-bagian lainnya, disamping gangguan habitat seperti pencemaran laut maupun adanya pengembangan usaha di pesisir dan daearah litoral dimana sumber makanan duyung berada. Sementara perkembangbiakannya sangat lambat dengan jumlah kelahiran anak yang terbatas. </p>
<p>Populasi Duyung banyak ditemukan di Australia, Teluk Persia, beberapa bagian Laut Merah, bagian pantai utara dan selatan Afrika Timur, Sri Lanka, Indonesia dan Kepulauan Pasifik. Di Indonesia Duyung dapat ditemukan di perairan Sumatera (Kepulauan Riau, Bangka dan Belitung), perairan Jawa (Taman Nasional Ujung Kulon, Cilegon, Labuhan, Cilacap, Segara Anakan dan bagian timur Blambangan), perairan Kalimantan (Balikpapan, Kotawaringin, Pulau Karimata, Teluk Kumai, dan Pulau Derawan), perairan Sulawesi (bagian utara: Arakan Wawontulap, Pulau Bunaken; perairan bagian tengah; Pulau Togian; bagian tenggara: Taman Nasional Laut Wakatobi; bagian selatan: Taman Nasional Laut Takabonerate), perairan Bali (Bali bagian selatan, Uluwatu, dan pantai Padang-padang), perairan Nusa Tenggara Timur (Sikka, Semau, Sumba, Lembata dan Flores, Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang dan Taman Nasional Komodo), perairan Maluku (Pulau Aru, Pulau Lease, Haruku, Saparua, Nusa Laut, Pulau Seram dan Pulau Halmahera bagian selatan), perairan Irian Jaya (Biak, Padaido, Sorong, Fakfak, dan Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih). </p>
<p>Sumber: Ditjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil </p>
<p>http://www.dkp.go.id</p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2005/11/duyung-dugong-dugon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunset di Padapu</title>
		<link>http://telukpalu.com/2005/11/sunset-di-padapu/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2005/11/sunset-di-padapu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2005 08:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/tlp2010/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Artikel Terkait:No Related Post]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/wp-content/uploads/2005/11/ru_000089.jpg" alt="" title="ru_000089" width="450" height="338" class="aligncenter size-full wp-image-321" /></p>
<p><img src="/wp-content/uploads/2005/11/ru_000090.jpg" alt="" title="ru_000090" width="450" height="338" class="aligncenter size-full wp-image-322" /></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2005/11/sunset-di-padapu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koridor Togean &#8211; Banggai</title>
		<link>http://telukpalu.com/2005/08/koridor-togean-banggai/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2005/08/koridor-togean-banggai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2005 05:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/tlp2010/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Koridor Kepulauan Togean-Banggai merupakan rangkaian pulau-pulau di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah yang merupakan bagian dari Hotspot Walacea. Kepulauan Togean, dengan luas lautan dan daratan sekitar 600.000 hektar, secara global sangat penting karena termasuk di dalam segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle), yaitu area dengan keanekaragaman terumbu karang yang tinggi. Penelitian RAP kelautan yang dilakukan CI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/wp-content/uploads/2005/08/ru_000089.jpg" alt="" title="ru_000089" width="450" height="338" class="aligncenter size-full wp-image-254" /></p>
<p>Koridor Kepulauan Togean-Banggai merupakan rangkaian pulau-pulau di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah yang merupakan bagian dari Hotspot Walacea. Kepulauan Togean, dengan luas lautan dan daratan sekitar 600.000 hektar, secara global sangat penting karena termasuk di dalam segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle), yaitu area dengan keanekaragaman terumbu karang yang tinggi. </p>
<p>Penelitian RAP kelautan yang dilakukan CI pada tahun 1998 memperlihatkan keunikan dan keanekaan sumber daya kelautan di wilayah Kepulauan Togean dan Kepulauan Banggai. Di kepulauan Togean misalnya, terdapat hutan bakau yang sangat luas dan hamparan padang lamun yang menjadi sumber makanan dugong (Dugong dugon). Lebih dari 35 spesies ikan kupu-kupu (Chaetodontidae) hidup disini yang menunjukan bahwa terumbu karang dalam keadaan sehat. Di Pulau Banggai, yang terletak di Teluk Tolo, ditemukan spesies endemik, yaitu ikan kardinal Banggai (Pterapogon kauderni). Ikan yang banyak diminati para pemilik akuarium karena kecantikannya, saat ini dalam keadaan terancam karena pengambilan yang berlebihan, disamping laju reproduksinya yang sangat rendah. </p>
<p>Ancaman terhadap ekosistem laut Kepulauan Togean-Banggai cukup berat. Karena pengambilan hasil laut yang berlebihan, pengambilan ikan dengan menggunakan dinamit dan sianida, penambangan terumbu karang, dan pembersihan lahan, membuat habitat dan beberapa spesies endemik terancam punah. </p>
<p>Beberapa spesies lain yang terancam punah di Kepulauan Togean, sebagian diantaranya endemik, antara lain, biawak Togean (Varanus togeanus), subspesies monyet Sulawesi yang yang tergolong endemik daerah ini (Macaca togeanus), Singapuar Togean (Tarsius sp), dan Babirusa Togean (Babyrusa togeanus). Sementara itu, di Banggai ditemukan Gagak Banggai (Corvus unicolor) yang juga endemik, Kuskus Peleng (Palanger ursinus pelengensis), dan Singapuar Peleng (Tarsius pelengensis). </p>
<p>Untuk menjaga keanekaragaman hayati dan menjamin perlindungan jangka panjang bagi gugusan Kepulauan Togean-Banggai, CI Indonesia berusaha memperbaiki perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam. Pendekatan yang dilakukan CI dalam mencapai tujuan ini adalah dengan mengintegrasikan isu keanekaragaman hayati di dalam perencanaan wilayah dengan membangun konsensus di antara berbagai pihak yang berkepentingan dan memfasilitasi terbentuknya kawasan pelestarian alam berbasis masyarakat. Dalam pelaksanaanya, CI-Indonesia melakukan kemitraan dengan berbagai organisasi setempat dengan memfasilitasi terbentuknya Forum Togean yang lebih dikenal dengan nama Pusimparatan Togoiya, yaitu forum konsultasi publik yang untuk saat ini tengah memperjuangkan revisi tata ruang Kepulauan Togean (RDTR) dan Kabupaten Poso (RTRWK). Salah satu tuntutan yang diajukan Pusimparatan Togoiya adalah menolak alokasi hutan produksi dan hutan konversi seluas lebih dari 14,000 hektar di seluruh kawasan kepulauan Togean dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Poso tahun 2001. </p>
<p>Melihat potensi yang dimiliki Kepulauan Togean, CI Indonesia bersama dengan masyarakat lokal memprakarsai ekowisata Togean yang pengelolaannya dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Pembentukan Jaringan Ekowisata Togean (JET) merupakan upaya untuk membuka akses masyarakat lokal ke dalam bisnis pariwisata sambil tetap melindungi keanekaragaman hayati di Togean. </p>
<p>Pendekatan lainnya adalah melakukan kampanye dan pendidikan konservasi bagi masyarakat Togean, untuk mengurangi ancaman terhadap ekosistem Kepulauan Togean dan perubahan sikap sehingga masyarakat mendukung terbentuknya kawasan lindung. Kampanye ini juga membangun kebanggaan terhadap tanah dan laut tempat mereka hidup, agar termotivasi untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian Kepulauan Togean. </p>
<p>Data dari : http://www.conservation.or.id </p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait:</h2><ul class="related_post"><li>No Related Post</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2005/08/koridor-togean-banggai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
