Santu |
Bahan: Bambu kayu dan rotan. Bentuk: Bulat panjang (bentuk bambu). Warna: Sama dengan warna bambu yang kering. |
Santu |
Bahan: Bambu kayu dan rotan. Bentuk: Bulat panjang (bentuk bambu). Warna: Sama dengan warna bambu yang kering. |
Rabana |
Bahan: Kayu, kulit, rotan bulat, paku. Warna: Coklat kekuning-kuningan. Rabana adalah sama dengan Rebana, sebab bila melihat bentuknya dan cara memainkannya sama. Vokal “e” pada kata rebana oleh orang di Tanah Kaili disuarakan/ dibunyikan dengan “a”, hal ini terjadi sebab walaupun bahasa Kaili bersifat Vokalis, namun bunyi “e” agak kurang digunakan, kecuali bunyi “e” pada [...] |
Puree |
Alat Kesenian ini dinamakan puree, sebab bilamana dimainkan berbunyi re…. re….. re. Sebelum dilaksanakan pembuatan alat ini terlebih dahulu diadakan pemilihan bahan, berupa buluh Tui yang telah tua, lurus dan berkualitet bagus serta memilih [...] |
Mbasi-Mbasi |
Bahan: Buluh Tuli dan rotan. Bentuk: Bulat panjang seperti suling. Warna: Coklat kekuning-kuningan |
Marawasi |
Bahan: Kayu, kulit kambing, rotan. Bentuk: Seperti gambar (bulat panjang). Warna: Kayunya agak abu-abu, kulit kambing kekuning-kuningan. Kata marawasi sebenarnya sebenarnya berasal dari marwas seperti yang dikenal oleh banyak orang, tetapi bahasa orang di Tanah Kaili yang sifatnya vokalis maka nama alat marwas, disebut menjadi marwasi. |
Lalove |
Alat kesenian lalove berfungsi sebagai alat pengiring tari tradisional disamping alat lain seperti gendang. Tari tradisional ini dalam bahasa daerahnya di sebut balia, yang terdiri dari beberapa jenis. Pada mulanya lalove ini tidak sembarang ditiup, sebab bagi orang-orang yang biasa kerasukan roh mendengarnya maka dengan spontanitas orang tersebut akan kerasukan. Itulah sebabnya lalove tersebut tidak [...] |
Kacapi |
Nama alat ini mungkin diambil dari nama Kecapi, sebab tak ada narasumber yang dapat atau mampu menguraikan atau menjelaskan asal-usul nama tersebut. Dan tidak diketahui secara pasti apa arti Kecapi adalah nama benda itu sendiri Nokacapai atrinya bermain kecapi. Tujuan Upacara tersebut ialah: |
Gimba |
Alat kesenian gimba ini, pada Kecamatan lain di Kabupaten Donggala disebut pula gimba dan ada juga menamakan ganda-ganda tapi bentuknya lebih kecil. Tidak ada keterangan yang jelas karena tidak diketahui secara pasti apa arti sebenarnya dari gimba tersebut. Orang hanya mengetahui bahwa kebenaran nama itu, sejak mulanya bernama gimba. Jenis gimba bermacam-macam ada yang besar [...] |
Gambusu |
Nama alat gambusu ini diambil dari nama gambus yang dikenal secara umum. Karena bahasa di Tanah Kaili yang bersifat vokalis, maka pada akhir kata gambus ditambah dengan bunyi u, sehingga alat itu dinamakan gambusu. Gambusu = kata benda Gambusu = bermain gambus = kata kerja. |
Doku-Doku |
Nama alat ini diberi nama doku-doku karena apabila dipukul berbunyi dok dok …. dok. Kemudian oleh orang di Tanah Kaili menyebutkan doku-doku sesuai dengan sifat bahasanya yang vokalis. |
Keseharian nelayan TelukPalu, berangkat usai subuh untuk melaut dengan hanya menggunakan perahu kecil. Mereka kembali ke daratan sekitar jam 10 siang, tentu dengan hanya membawa hasil yang tak seberapa. Bagaimana bisa mendapatkan hasil yang besar jika media pancing yang digunakan saja hanya perahu kecil, dan umpan lamale (udang kecil). Mereka biasanya langsung menjual hasil tangkapan [...]
Tanggal 16 Februari sambil mancing, mengambil di jembatan Palu saat pagi hari. Tapi malam ini saya menampilkan gambar disaat yang berlawanan, yaitu visual di jembatan Palu 4 saat malam hari.
Mohon maaf ya kalau gambarnya kurang tajam. Tadi lagi keluar beli makanan sambil iseng bawa kamera. Seharusnya bawa tripod kalau hunting malam, tapi tadi hanya pakai [...]
Gunung Gawalise, gunung ini dapat terlihat dari semua lokasi di kota Palu. Dengan sedikit awan diatasnya, pemandangan Gunung Gawalise tampak elok dilihat. Selain gunung Gawalise, di Sulawesi Tengah juga terdapat deretan pegunungan-pegunungan lainnya, terdapat kurang lebih 82 buah puncak (gunung) yang letaknya tersebar di seluruh daerah kabupaten.
Di Kabupaten Banggai terdapat empat gunung, yaitu Gunung Bulutumpu [...]
Kemarin pagi, 16 Februari 2009. Menemani teman mancing di muara sungai Palu, tak lupa sambil mengabadikan jembatan Palu 4 menjelang matahari terbit. Lokasi dibawah jembatan ini sangat cocok untuk lokasi mancing, terutama saat air lagi pasang, saat itu ikan laut banyak naik ke muara sungai.